RADAR JEMBER - Musim 2025–2026 menjadi periode paling menyakitkan bagi sang Kapten, Yeum Hye-seon, beserta seluruh pilar Red Sparks.
Bayangkan! Dari total 36 pertandingan yang dilakoni, Red Sparks hanya mampu mengemas 8 kali kemenangan dan harus rela menelan 28 kali kekalahan.
Bahkan untuk pertama kalinya setelah dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi penantang serius di papan atas, Red Sparks terpaksa menutup musim dengan status kelam sebagai penghuni dasar klasemen.
Baca Juga: Laga Perdana Megawati Bersama Hyundai Hillstate Pecahkan Rekor Penjualan Tiket Tercepat
Lantas, apakah keterpurukan ini terjadi semata-mata karena kepergian Megawati Hangestri Pertiwi? Ketiadaan sang bintang memang bisa jadi salah satu pemicunya. Namun jika berkaca pada keseluruhan performa tim, persoalannya tidak sesederhana itu.
Ada satu kehilangan besar yang mungkin jauh lebih berdampak daripada yang terlihat di atas kertas statistik: Yeum Hye-seon tidak dapat berada di lapangan sejak awal musim akibat masalah serius pada kedua lututnya.
Baca Juga: TIKET LUDES DALAM 2 MENIT! Megawati Siap Duel Lawan Tim Didikan Sang Idola Kim Yeon-koung!
Ingat! Peran seorang setter bukan sekadar pemain yang menyodorkan bola kepada spiker. Setter adalah otak permainan yang menentukan siapa yang menyerang, kapan tempo serangan dipercepat, kapan ritme bola ditenangkan, hingga bagaimana tim keluar dari tekanan situasi sulit.
Red Sparks sejatinya masih memiliki sosok Choi Seo-hyun. Namun, menggantikan pemain secara posisi di lapangan tidak selalu berarti mampu menggantikan besar pengaruhnya. Hye-seon membawa kematangan pengalaman, komunikasi intensif, serta kemampuan membaca pertandingan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Bahkan pada musim sebelumnya, ketika masalah lutut itu mulai mendera, Hye-seon tetap nekat memaksakan diri tampil bertanding hingga babak final. Dalam salah satu laga puncak tersebut, ia bermain sambil menahan rasa sakit luar biasa dan justru menuai apresiasi tinggi karena berhasil menjadi sumber energi utama bagi tim.
Editor : M. Ainul Budi