RADAR JEMBER - Ujung tombak baru Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Pertiwi, bersiap kembali mengarungi petualangan sengit di panggung Liga Voli Korea (V-League) musim 2026/2027. Setelah sukses dua musim membela Red Sparks, pevoli berjuluk 'Megatron' tersebut kini resmi memperkuat sang juara bertahan sebagai pemain kuota Asia.
Kehadiran Megawati membuat publik dan pecinta bola voli Tanah Air amat menantikan kombinasi duet mautnya bersama setter utama Hyundai Hillstate, Kim Da-in. Namun siapa sangka, sebelum kini berada di kubu yang sama, Kim Da-in ternyata menyimpan memori pahit nan mengerikan saat harus berhadapan langsung dengan Megawati di lapangan.
Momen Pukulan Keras hingga Terjatuh
Momen menegangkan tersebut terjadi pada musim 2023/2024, saat Megawati melakoni musim debutnya yang fenomenal di V-League bersama Red Sparks.
Kala Red Sparks bertandang ke markas Hyundai Hillstate, Megawati melepaskan spike petir nan keras dari sisi kanan lapangan pada awal set kedua. Bola meluncur deras tak terbendung ke area pertahanan Hillstate dan tepat menghantam tubuh Kim Da-in yang berada di barisan belakang. Sang setter bahkan tidak sempat menghindar hingga gempuran bola tersebut membuatnya jatuh tersungkur sebelum akhirnya bangkit melanjutkan laga.
Pengakuan Jujur Kim Da-in
Kenangan akan dahsyatnya pukulan Megawati rupanya masih sangat membekas di ingatan sang pengatur serangan. Lewat tayangan video di kanal YouTube resmi Hyundai Hillstate, Kim Da-in tak ragu membeberkan pengalaman traumatik sekaligus berkesan tersebut.
Baca Juga: Tiket Laga Hyundai Hillstate Ludes 2 Menit, Megawati Hangestri Jadi Magnet Baru
“Aku terkena pukulan Mega 1 kali dan Gia 1 kali,” ujar Kim Da-in jujur.
Ia lantas membandingkan dampak pukulan dari dua mesin gol tersebut, di mana serangan Gia dinilai tak terlalu sakit, sementara hantaman bola dari Megawati memberikan bekas yang nyata pada tubuhnya.
Kim Da-in menyebut bahwa serangan mematikan Megawati bahkan sampai membuat tangannya memerah karena saking kerasnya bola yang meluncur.
Editor : M. Ainul Budi