Bisa Kena Hukuman Berat! Terungkap Alasan Utama Timnas Voli Indonesia Belum Pasti Terbang ke Kamboja!

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:04 WIB
TAMPIL LEPAS: Boy Arnes (tengah) Farhan Halim (kiri) dan Hendra Kurniawan (kanan) melakukan selebrasi dalam AVC Cup 2026. (IG: avcvolley)
TAMPIL LEPAS: Boy Arnes (tengah) Farhan Halim (kiri) dan Hendra Kurniawan (kanan) melakukan selebrasi dalam AVC Cup 2026. (IG: avcvolley)

RADAR JEMBER - Kabar mengenai keikutsertaan Timnas Voli Putra Indonesia pada turnamen undangan Samdech Thipadei Cup 2026 di Kamboja mendadak menyedot perhatian hangat di media sosial. Kompetisi yang dijadwalkan bergulir mulai 19 Agustus 2026 hingga akhir pekan tersebut menjadi pembicaraan publik usai muncul kabar kepastian keberangkatan skuad Merah Putih.

Namun, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menegaskan bahwa rencana keberangkatan tersebut hingga kini belum menemui titik terang alias masih abu-abu.

Baca Juga: Debut Megawati Tertunda di Jeju, Aturan Super Match Jadi Penghalang

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan bahwa Pihak Federasi masih menunggu konfirmasi resmi mengenai status turnamen, terutama terkait keabsahan dan regulasi yang berlaku dari badan voli tertinggi dunia.

Ancaman Sanksi Berat dari FIVB

Loudry menjelaskan bahwa Samdech Thipadei Cup 2026 belum mengantongi keabsahan resmi dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) apabila kompetisi tersebut melibatkan tim atau deretan pemain bertaraf tim nasional.

“Turnamen undangan di Kamboja ini tidak ada keabsahan dari FIVB karena melibatkan tim atau pemain timnas, kalau kita ikut, timnas bisa kena sanksi,” ungkap Loudry membeberkan risiko besar yang membayangi Indonesia.

Baca Juga: Dukungan Fans Indonesia Bikin Bintang Hyundai Hillstate Kagum, Megawati Jadi Sorotan

“Berhubung ada regulasi dari FIVB yang harus kita patuhi, terpaksa menunda keberangkatan,” lanjutnya menegaskan alasan di balik penundaan tersebut.

Peluang Farhan Cs Masih Terbuka

Meski situasi saat ini masih tertahan, peluang Farhan Halim dan kawan-kawan untuk tampil di Kamboja sejatinya tidak sepenuhnya tertutup. Skuad Merah Putih tetap bisa bertolak apabila status ajang tersebut akhirnya dinyatakan sah dan mematuhi seluruh regulasi FIVB.

Loudry juga memberikan catatan bahwa keikutsertaan level klub pun berpotensi menimbulkan masalah jika klub tersebut diperkuat oleh pemain-pemain yang terdaftar dalam long list tim nasional.

Di sisi lain, Timnas Voli Putra Indonesia di bawah asuhan pelatih Reidel Toiran saat ini tengah fokus penuh menggembleng diri di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul. Pemusatan latihan ini disiapkan secara intensif demi menatap agenda utama yakni Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang (16 September–4 Oktober 2026), di mana PBVSI mematok target membawa pulang medali perunggu.

Editor : M. Ainul Budi
Samdech Thipadei Cup 2026 Farhan Halim kamboja pbvsi