RADAR JEMBER - Bagi pelari pemula, memiliki satu sepatu running untuk digunakan setiap kali berolahraga merupakan hal yang sangat umum.
Selama sepatu masih nyaman dan tidak rusak, banyak yang menganggap tidak ada alasan untuk menggantinya dengan pasangan lain.
Namun, menggunakan sepatu yang sama setiap hari membuat material di dalamnya menerima beban berulang tanpa banyak waktu jeda.
Bagian yang paling banyak bekerja adalah midsole, terutama foam yang berfungsi meredam benturan ketika kaki menyentuh permukaan.
Baca Juga: Mahal Belum Tentu Cocok, Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Sepatu Running
Setiap langkah memberikan tekanan pada foam dan membuatnya mengalami kompresi. Setelah latihan selesai, material tersebut membutuhkan waktu untuk kembali mendekati bentuk dan karakter semula.
Jika sepatu terus digunakan dalam waktu berdekatan, proses pemulihan material tidak selalu berlangsung secara optimal.
Kondisi tersebut bukan berarti sepatu akan langsung rusak jika dipakai setiap hari. Namun, penggunaan yang sangat sering dapat membuat perubahan karakter foam lebih cepat terasa, terutama jika jarak lari cukup jauh atau intensitas latihan tinggi.
Sepatu bisa terasa kurang empuk, responsnya berkurang, atau kenyamanan yang sebelumnya dirasakan mulai berubah.
Baca Juga: Banyak Orang Baru Sadar, Ternyata Sepatu Running Punya Batas Umur Pakai, Kapan Harus Diganti?
Itulah alasan rotasi sepatu dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi pelari yang rutin berlari.
Dengan memiliki dua pasang sepatu dan menggunakannya secara bergantian, masing-masing sepatu memperoleh jeda sebelum kembali digunakan.
Selain memberikan waktu bagi material untuk beradaptasi kembali setelah menerima beban, cara ini juga memungkinkan pelari merasakan apakah terdapat perubahan pada bantalan atau kondisi sepatu.
Ada manfaat lain yang sering luput diperhatikan. Menggunakan sepatu secara bergantian membuat beban pemakaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu pasangan.
Pelari juga dapat menggunakan sepatu yang berbeda sesuai kebutuhan latihan, misalnya satu pasangan untuk lari santai dan pasangan lainnya untuk latihan dengan intensitas berbeda.
Meski demikian, rotasi bukan kewajiban bagi semua orang, terutama bagi pelari yang hanya berlari sesekali.
Bagi pemula, yang paling penting bukan segera membeli dua pasang sepatu, melainkan memahami kondisi sepatu yang digunakan.
Jika sepatu masih nyaman, tidak mengalami kerusakan, dan tidak menimbulkan perubahan sensasi yang mengganggu saat berlari, satu pasangan masih dapat digunakan.
Namun, jika mulai terasa lebih keras, bantalan terasa menurun, atau bagian tertentu terlihat mengalami keausan yang cukup parah, itu menjadi tanda untuk mengevaluasi kondisi sepatu.
Baca Juga: Siap-Siap Khilaf! Adidas Luncurkan Sepatu Lari 'Giant' Hyperboost, Segini Harga Resminya!
Jadi, memakai sepatu secara bergantian bukan aturan wajib, tetapi bisa menjadi pilihan yang masuk akal bagi pelari yang rutin berlatih dan ingin mengurangi beban pemakaian pada satu pasangan.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh