RADAR JEMBER - Sepatu running yang awalnya terasa empuk dan nyaman bisa berubah setelah digunakan berulang kali.
Sol tengah atau midsole yang semula terasa responsif dapat mulai terasa lebih keras, kurang lentur, bahkan membuat kaki cepat lelah.
Kondisi ini tidak selalu berarti sepatu langsung rusak, tetapi bisa menjadi tanda bahwa material penyerap benturan di dalamnya telah mengalami perubahan.
Salah satu penyebabnya adalah perubahan karakter foam pada midsole. Material tersebut bekerja meredam benturan sekaligus mengembalikan energi ketika kaki menapak dan mendorong tubuh ke depan.
Baca Juga: Siap-Siap Khilaf! Adidas Luncurkan Sepatu Lari 'Giant' Hyperboost, Segini Harga Resminya!
Seiring pemakaian, foam terus mengalami tekanan dan deformasi berulang. Akibatnya, karakter awalnya dapat berubah sehingga sensasi empuk yang dirasakan saat pertama kali memakai sepatu perlahan berkurang.
Perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh seberapa sering sepatu digunakan, jarak tempuh, berat pengguna, permukaan tempat berlari, hingga cara penyimpanan.
Sepatu yang digunakan hampir setiap hari untuk berlari tentu menerima beban lebih banyak dibandingkan sepatu yang hanya dipakai sesekali.
Paparan panas dan penyimpanan dalam kondisi yang kurang tepat juga dapat memengaruhi kondisi material sepatu dalam jangka panjang.
Baca Juga: Adidas Duramo SL Mulai Banyak Diburu, Apakah Lebih Layak Dibeli daripada Nike Revolution 8?
Lantas, apakah sepatu yang terasa lebih keras harus langsung diganti? Tidak selalu. Perubahan rasa pada foam merupakan salah satu hal yang wajar setelah sepatu digunakan dalam waktu lama.
Namun, keputusan mengganti sepatu sebaiknya tidak hanya berdasarkan usia pemakaian. Perhatikan pula kondisi fisiknya dan perubahan kenyamanan saat digunakan.
Jika bantalan terasa jauh lebih tipis, kaki mulai sering terasa tidak nyaman, atau sepatu kehilangan kemampuan meredam benturan seperti sebelumnya, penggantian patut dipertimbangkan.
Tanda lainnya dapat terlihat dari bentuk midsole yang mulai mengalami compression set, yakni bagian foam tidak lagi kembali ke bentuk semula setelah berulang kali menerima tekanan.
Permukaan sol juga bisa terlihat lebih tertekan pada area tertentu, terutama bagian yang paling sering menerima beban.
Dalam kondisi tersebut, sepatu mungkin masih terlihat utuh dari luar, tetapi karakter bantalan di dalamnya sudah tidak sama seperti ketika masih baru.
Pada akhirnya, tidak ada angka jarak tempuh yang mutlak untuk menentukan kapan sebuah sepatu running harus diganti.
Baca Juga: Nike Revolution 8 Menawarkan Harga Lebih Terjangkau, Apakah Sudah Cukup untuk Pelari Beginner?
Dua pasang sepatu dengan model yang sama dapat memiliki tingkat keausan berbeda karena dipakai oleh orang, medan, dan intensitas yang berbeda. Karena itu, kenyamanan dan kondisi sepatu sebaiknya menjadi pertimbangan utama.
Jika sepatu yang dulu terasa nyaman kini terasa keras dan mulai mengganggu kenyamanan berlari, perubahan tersebut layak menjadi alasan untuk mengevaluasi apakah sepatu masih sesuai digunakan.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh