Radar Jember - Produsen perlengkapan olahraga Adidas resmi membuka era baru di lini sepatu lari harian berperforma tinggi dengan meluncurkan dua varian anyar: Hyperboost Edge dan Hyperboost Run.
Mengadopsi teknologi midsole dari jajaran sepatu balap (race) Adidas, formulasi anyar ini dirancang untuk memaksimalkan pengalaman berlari, baik sesi harian maupun latihan jarak jauh (long run).
Dengan ketebalan stack rearfoot mencapai 45 mm serta drop 6 mm, kedua sepatu ini menyajikan sensasi dorongan energi yang khas pada telapak kaki—sekaligus menjadikan bantalan tebal tersebut sebagai identitas visual utama seri Hyperboost.
Baca Juga: Adidas Duramo SL Mulai Banyak Diburu, Apakah Lebih Layak Dibeli daripada Nike Revolution 8?
Di Indonesia, selebrasi peluncuran sepatu ini diramaikan lewat rangkaian agenda lari bersama sejumlah komunitas.
Pada 22–25 Juli, Adidas Indonesia menggandeng komunitas Flower Boy, Continuum Athletics, dan Indo Runners Bali.
Rangkaian acara berlanjut pada Sabtu (8/8/2026), di mana sekitar 100 pelari dari komunitas Adidas Runners Jakarta berkumpul di kawasan Jakarta Selatan untuk menguji langsung ketangguhan teknologi sepatu tersebut.
Perbedaan Hyperboost Edge vs Hyperboost Run
Kedua varian dirancang spesifik untuk karakter lari yang berbeda:
Hyperboost Edge
Hadir sebagai super-trainer ringan non-plated (tanpa pelat karbon) pertama dari Adidas. Tanpa elemen pengeras, struktur busanya bekerja alami untuk menciptakan sensasi lari yang pas, ringan, dan propulsif.
Sepatu berbobot hanya 255 gram ini menawarkan kenyamanan ekstra dengan tingkat pengembalian energi (energy return) yang tinggi. Sepatu ini dibanderol seharga Rp3,5 juta.
Hyperboost Run
Didesain sebagai sepatu trainer harian yang serbaguna, mulai dari lari santai (easy run) hingga tempo run.
Baca Juga: Banyak Orang Baru Sadar, Ternyata Sepatu Running Punya Batas Umur Pakai, Kapan Harus Diganti?
Dibekali bantalan Hyperboost Pro yang tebal, varian ini menyajikan kenyamanan maksimal untuk semua tipe pelari. Varian ini dilepas ke pasaran dengan harga Rp2,8 juta.
Editor : Imron Hidayatullahh