RADAR JEMBER - Banyak orang mengira sepatu running masih layak digunakan selama tampilannya belum rusak.
Padahal, usia pakai sepatu lari tidak hanya ditentukan dari kondisi luar, tetapi juga kemampuan bantalan (cushioning) dan sol dalam menyerap benturan.
Karena itu, sepatu yang terlihat masih bagus belum tentu tetap nyaman dan aman digunakan untuk berlari.
Secara umum, sejumlah produsen sepatu olahraga dan organisasi lari merekomendasikan sepatu running diganti setelah menempuh jarak sekitar 300–500 mil atau sekitar 480–800 kilometer.
Baca Juga: Nike Revolution 8 Menawarkan Harga Lebih Terjangkau, Apakah Sudah Cukup untuk Pelari Beginner?
Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak karena usia pakai juga dipengaruhi berat badan pelari, frekuensi latihan, jenis permukaan yang dilalui, hingga teknologi bantalan pada masing-masing sepatu.
Selain menghitung jarak tempuh, ada beberapa tanda yang menunjukkan sepatu sudah waktunya diganti.
Misalnya, bantalan terasa lebih keras dibanding saat pertama digunakan, telapak sepatu mulai aus tidak merata, kaki lebih cepat pegal setelah berlari, atau muncul rasa tidak nyaman pada tumit, lutut, maupun pergelangan kaki meski pola latihan tidak berubah.
Bagi pelari yang rutin berolahraga, mencatat jarak tempuh sepatu dapat menjadi cara sederhana untuk memantau usia pakainya.
Saat ini, banyak aplikasi lari memungkinkan pengguna mencatat kilometer yang telah ditempuh dengan setiap pasang sepatu sehingga waktu penggantian lebih mudah diperkirakan.
Menggunakan sepatu yang sudah melewati usia pakainya bukan berarti langsung menyebabkan cedera.
Namun, ketika bantalan mulai kehilangan fungsinya, kemampuan sepatu dalam meredam benturan juga berkurang sehingga kenyamanan menurun dan beban pada kaki serta sendi dapat meningkat.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli sepatu baru, pelari sebaiknya tidak hanya melihat kondisi fisik bagian luar.
Riwayat pemakaian, jarak tempuh, serta perubahan kenyamanan saat digunakan juga perlu menjadi pertimbangan agar sepatu tetap mampu memberikan perlindungan yang optimal selama berlari.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh