RADAR JEMBER - Persaingan para rookie Moto3 musim 2026 semakin menarik untuk disimak.
Salah satu sorotan datang dari pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang terus menunjukkan perkembangan positif bersama Honda Team Asia.
Meski baru menjalani musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3, Veda mulai mampu bersaing dengan para pembalap muda terbaik Asia yang juga naik kelas pada musim ini.
Veda menghadapi persaingan ketat dari sejumlah nama yang sudah dikenalnya sejak ajang pembinaan, seperti pembalap Malaysia Hakim Danish.
Keduanya sama-sama menembus Moto3 setelah tampil impresif di level junior, sehingga rivalitas mereka kembali berlanjut di panggung Grand Prix.
Selain Hakim, Veda juga harus menghadapi pembalap-pembalap muda berbakat lain yang berasal dari Eropa maupun Asia dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Sejumlah hasil balapan pada paruh pertama musim menunjukkan bahwa Veda mampu bersaing secara kompetitif.
Ia beberapa kali berhasil finis di zona poin, bahkan mencatatkan hasil yang lebih baik dibanding beberapa rival sesama rookie.
Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, untuk terus memperbaiki posisinya di klasemen sementara Moto3.
Dalam beberapa seri, persaingan dengan Hakim Danish berlangsung cukup ketat.
Meski pembalap Malaysia tersebut beberapa kali tampil cepat saat sesi kualifikasi, Veda mampu memanfaatkan ritme balapan untuk meraih hasil akhir yang lebih baik pada sejumlah kesempatan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa persaingan antar rookie Asia tidak hanya ditentukan oleh kecepatan satu putaran, tetapi juga kemampuan menjaga konsistensi sepanjang balapan.
Veda juga terus memanfaatkan setiap seri sebagai ajang belajar.
Adaptasi terhadap motor Honda, karakter lintasan Eropa, hingga strategi mengelola ban menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya sebagai pembalap Grand Prix.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat performanya terus meningkat dari seri ke seri.
"Saya ingin terus belajar dan berkembang di setiap balapan. Target saya adalah tampil konsisten, mengumpulkan poin sebanyak mungkin, dan bisa bersaing dengan para rookie terbaik," ujar Veda Ega Pratama dalam pernyataannya mengenai target musim debut Moto3, 20 Juli 2026.
Sementara itu, rival asal Malaysia, Hakim Danish, juga datang ke Moto3 dengan reputasi mentereng setelah tampil kompetitif di ajang pembinaan.
Kehadirannya membuat persaingan pembalap Asia semakin menarik dan menjadi perhatian karena keduanya diproyeksikan sebagai generasi baru yang berpotensi bersaing di kelas yang lebih tinggi pada masa mendatang.
"Persaingan di Moto3 sangat ketat. Setiap balapan menjadi kesempatan untuk belajar dan menunjukkan perkembangan," demikian penilaian yang disampaikan Honda Team Asia mengenai proses adaptasi para pembalap mudanya, 24 Maret 2026.
Dengan masih tersisa sejumlah seri hingga akhir musim, peluang Veda untuk terus memperbaiki peringkat klasemen rookie masih terbuka lebar.
Jika mampu mempertahankan konsistensi serta memanfaatkan seri-seri berikutnya, pembalap berusia 17 tahun tersebut berpeluang menjadi salah satu rookie Asia paling menonjol pada Moto3 musim 2026.
Penulis: Mochammad feriel alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi