INDIA, Radar Ijen - Strategi pelatih Timnas Voli Putra Indonesia Riedel Toiran, menjadi salah satu faktor penentu diraihnya gelar juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026.
Reidel Toiran mampu melihat setiap pertandingan di AVC Men’s Volleyball Cup 2026 dengan cermat. Sehingga selalu mampu menemukan strategi jitu.
Salah satunya ketepatan untuk mengganti pemain dalam masa krusial, mengambil time out hingga memanfaatkan challenge dilakukan dengan perhitungan matang.
Seperti yang terjadi dalam babak final AVC Men’s Volleyball Cup 2026, ketika Timnas Voli Putra Indonesia menjamu Korea Selatan.
Rama Fazza Fauzan dimainkan oleh Riedel Toiran dalam laga krusial tersebut, menggantikan Fauzan Nibras. Dia mengisi posisi opposite Timnas Voli Putra Indonesia.
Padahal dalam empat laga sebelumnya, Fauzan Nibras lebih dipilih sebagai opposite utama oleh pelatih yang sebelumnya mendapat tiga gelar juara Proliga bersama Surabaya Samator itu.
Kepercayaan untuk tampil di partai puncak liga Asia tersebut, dimanfaatkan dengan baik oleh Rama Fazza Fauzan hingga laga berakhir.
Masuknya Rama Fazza Fauzan yang digadang-gadang sebagai penerus Rivan Nurmulki itu, membawa dampak signifikan untuk Timnas Voli Putra Indonesia.
Rama Fazza Fauzan mampu menampilkan permainan berbeda bagi Timnas Voli Putra Indonesia. Tak hanya itu, dia sukses menjadi salah satu mesin poin.
Spike keras Rama Fazza Fauzan di akhir laga, menjadi poin penentu kemenangan Timnas Voli Putra Indonesia atas Korea Selatan dengan skor 3-0.
Selain itu, ada nama Farhan Halim dan Boy Arnes Arabi yang tampil impresif sejak laga dimulai. Penampilan tiga hitter itu, membuat Timnas Voli Putra Indonesia menumbangkan Korea Selatan.
Sebelumnya, Rama Fazza Fauzan tak dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Namun, ketika Rivan Nurmulki mundur, dia mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Voli Putra Indonesia.
Diketahui, sebelum menjalani AVC Men’s Volleyball Cup 2026, Rama Fazza Fauzan sempat mengalami cedera, ketika membela Surabaya Samator di Proliga 2026. (*)
Editor : Ilham Wahyudi