Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sekali Tumbang, Mental Runtuh? Pimblett Ragukan Kebangkitan Ilia Topuria, Begini Komentar Pedasnya

Faqih Humaini • Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB
Paddy pimblett saat melakukan selebrasi dalam salah satu pertandingannya (sc:paddypimblett)
Paddy pimblett saat melakukan selebrasi dalam salah satu pertandingannya (sc:paddypimblett)

 

AMERIKA SERIKAT, Radar Jember Kekalahan pertama dalam karier sering kali menjadi titik balik bagi seorang petarung. Namun bagi Ilia Topuria, momen itu justru dinilai bisa menjadi awal kemunduran.

Hal ini diungkapkan oleh rivalnya di kelas ringan UFC, Paddy Pimblett, yang meragukan kemampuan Topuria untuk kembali ke performa terbaiknya setelah tumbang dari Justin Gaethje.

Baca Juga: Ilia Topuria: Dari Anak Perantau hingga Sang “El Matador” Jadi Penguasa Oktagon Dunia

Topuria harus menelan pil pahit saat menghadapi Gaethje dalam ajang UFC Freedom 250 pada 14 Juni 2026. Dalam pertarungan yang berlangsung brutal, ia kalah melalui TKO setelah timnya memutuskan untuk menghentikan laga.

Wajah babak belur dan kehilangan sabuk juara menjadi penanda berakhirnya rekor tak terkalahkan yang selama ini menjadi kebanggaannya.

Baca Juga: Paddy Pimblett: Dari Ikon Liverpool hingga Penantang Gelar UFC

Bagi Pimblett, kekalahan itu bukan sekadar kehilangan gelar, tetapi juga pukulan telak bagi mental seorang petarung yang belum pernah merasakan tekanan sejati. Ia menilai Topuria selama ini hanya berada di posisi dominan tanpa pernah benar-benar diuji dalam kondisi terdesak.

“Ia selalu jadi palu, tidak pernah jadi paku,” ujar Pimblett, menggambarkan bagaimana Topuria belum pernah merasakan kerasnya bangkit dari keterpurukan.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kesulitan adalah fondasi penting bagi petarung untuk berkembang. Tanpa itu, seorang atlet akan rapuh ketika akhirnya dipaksa keluar dari zona nyaman.

Baca Juga: Malam Kelam Sang Juara: Rekor Sempurna Ilia Topuria Runtuh di Tangan Gaethje

Pimblett mencontohkan dirinya sendiri yang pernah kalah dari Gaethje dalam perebutan gelar interim, namun justru merasa lebih kuat setelah melewati fase tersebut.

 

Berbeda dengan dirinya, Pimblett melihat Topuria kehilangan identitas setelah kekalahan itu. Aura tak terkalahkan yang selama ini melekat kini runtuh, dan kepercayaan diri yang menjadi senjata utama bisa berubah menjadi beban.

“Ia selalu membawa mantra ‘tak terkalahkan’. Tapi sekarang itu hilang. Saya tidak yakin dia bisa kembali sama,” tegasnya.

Pernyataan ini tentu memicu perdebatan. Sebab dalam dunia MMA, banyak petarung besar justru bangkit lebih kuat setelah kekalahan pertama mereka. Namun, tak sedikit pula yang benar-benar kehilangan arah setelah rekor sempurna mereka tercoreng.

Kini, semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari Topuria. Apakah ia mampu membungkam keraguan dan membuktikan diri sebagai petarung sejati, atau justru tenggelam dalam bayang-bayang kekalahan pertamanya?

 

 

Editor : Faqih Humaini
#ilia topuria #ufc #Justin Gaethje #paddy pimblett