WASHINGTON D.C, Radar Jember - Kekalahan dari Justin Gaethje menjadi titik balik dalam karier Ilia Topuria.
Petarung yang sebelumnya tak tersentuh kekalahan itu akhirnya harus menerima kenyataan pahit di UFC Freedom 250.
Dengan rekor 17-0, Topuria datang sebagai favorit kuat.
Baca Juga: Duel Bersejarah di Gedung Putih: Gaethje Tumbangkan Topuria dalam Laga Brutal UFC Freedom 250
Statusnya sebagai juara dua divisi membuatnya diyakini akan mempertahankan dominasinya.
Pada awal pertarungan, Topuria tampil solid. Ia mampu mengontrol tempo dan menunjukkan keunggulan teknik, terutama pada ronde kedua.
Momen krusial terjadi ketika ia menjatuhkan Gaethje dan mencoba menyelesaikan laga melalui submission.
Namun kegagalan tersebut menjadi titik balik yang fatal.
Memasuki ronde ketiga, kondisi fisik Topuria mulai menurun. Tekanan konstan dari Gaethje perlahan menggerus stamina dan fokusnya.
Pukulan keras Gaethje menyebabkan kerusakan signifikan pada wajah Topuria. Pembengkakan di area mata membuat penglihatannya terganggu.
Situasi tersebut membuat Topuria kesulitan mengantisipasi serangan. Ia kehilangan ritme dan lebih banyak bertahan.
Baca Juga: Islam Makhachev: Pewaris Takhta Dagestan yang Kini Menguasai UFC
Pada ronde keempat, kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya tim pelatih memutuskan menghentikan laga, mengakhiri rekor sempurna yang selama ini ia banggakan.
Editor : Faqih Humaini