JEMBER, Radar Jember - Nama Megawati Hangestri Pertiwi rupanya tak hanya dikenal di dunia voli. Opposite andalan Indonesia itu juga mendapat perhatian dari salah satu atlet terbesar Korea Selatan saat ini, ratu bulutangkis dunia An Se-young.
Momen tersebut mencuri perhatian publik setelah keduanya terlihat berinteraksi dan berbincang hangat dalam sebuah kesempatan jelang Indonesia Open 2026.
Pertemuan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat respons positif dari para penggemar olahraga kedua negara.
Dalam berbagai unggahan yang beredar, An Se-young tampak begitu antusias saat bertemu Megawati. Sikap peraih medali emas Olimpiade dan salah satu pebulutangkis terbaik dunia itu membuat banyak penggemar terkesan.
Media Korea maupun penggemar olahraga menilai pertemuan tersebut menjadi simbol semakin besarnya nama Megawati di Korea Selatan.
Bukan hanya karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena kepribadiannya yang mampu menarik simpati publik.
Selama dua musim membela Red Sparks, Megawati memang menjelma menjadi salah satu atlet asing paling populer di Korea.
Penampilannya yang konsisten membuat namanya dikenal luas, bahkan di luar komunitas voli.
Momen kedekatan Megawati dan An Se-young pun memunculkan banyak komentar positif dari netizen. Banyak yang mengaku bangga melihat atlet Indonesia mendapat apresiasi dari figur olahraga kelas dunia.
Megawati Hangestri bukan hanya menjadi kebanggaan voli Indonesia, tetapi juga sosok inspiratif yang dihormati oleh banyak atlet dunia, termasuk An Se-young, sang ratu bulu tangkis Korea Selatan.
Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa pengaruh Megawati Hangestri Pertiwi kini melampaui batas cabang olahraga. Dari voli hingga bulutangkis, nama Megatron terus mendapat tempat di hati publik Korea Selatan.
Kini, menjelang musim baru bersama Hyundai Hillstate, Megawati tidak hanya membawa status sebagai bintang voli Indonesia.
Megawati Hangestri Pertiwi juga datang dengan reputasi sebagai salah satu atlet Asia yang paling dihormati dan dikagumi di Negeri Ginseng. (*)
Editor : Ilham Wahyudi