Radar Jember – Kabar mengejutkan datang dari panggung bola voli Negeri Ginseng. Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, terancam kehilangan belasan pertandingan pada musim perdananya bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Putri Korea (V-League) 2026/2027.
Skenario buruk ini mencuat seiring adanya usulan regulasi ekstrem dari pelatih Timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Cha Sang-hyun mendesak Federasi Bola Voli Korea (KOVO) untuk menerapkan kebijakan radikal, yakni melarang penggunaan seluruh legiun asing, baik kuota Asia maupun non-Asia.
Boikot tanding bagi pemain asing ini diusulkan berlaku sepanjang putaran keempat hingga keenam fase reguler, dengan tujuan mendongkrak jam terbang sekaligus mematangkan mental para hitter lokal.
Krisis Timnas Korea Selatan Picu Regulasi Ekstrem
Desakan pembatasan menit bermain legiun asing ini diklaim Cha Sang-hyun demi menyelamatkan masa depan Timnas voli putri Korea Selatan.
Juru taktik berusia 52 tahun tersebut menilai ketergantungan kronis klub-klub V-League terhadap pemain asing telah mengerdilkan potensi talenta lokal.
Imbasnya sangat fatal; Timnas Korea tidak hanya terdegradasi dari ajang Volleyball Nations League (VNL), tetapi juga mengalami penurunan kualitas individu yang drastis.
Akibat tim-tim liga domestik terlalu bertumpu pada pemain asing sebagai mesin pencetak poin, Cha Sang-hyun mengaku kesulitan mencari sosok hitter lokal yang dominan.
Ia mencontohkan Kang So-hwi dan Park Jeong-ah yang kini menjadi pilar outside hitter timnas, secara kualitas justru berada jauh di bawah level Megawati Hangestri.
Ironisnya, Lee Seon-woo yang berstatus sebagai pelapis Megawati semasa di Red Sparks, kini justru menjadi opposite terbaik yang dimiliki Timnas Korea Selatan.
"Tidak ada pemain (hitter lokal) yang dominan di tim divisi putri. Efektivitas serangan mereka tidak mencapai 10 persen. Ini situasi yang sulit bagi kami di jajaran pelatih timnas," ungkap Cha Sang-hyun dengan gusar, dikutip dari laman Naver.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan mengingat Timnas putri Korea Selatan harus segera berlaga di ajang AVC Nations Cup for Women's di Filipina pada 6 Juni mendatang dengan komposisi skuad yang mengalami penurunan kualitas.
Atas dasar itulah, mantan manajer GS Caltex Seoul KIXX ini menuntut KOVO melarang pemain asing tampil di putaran 4, 5, dan 6 fase reguler.
Para pemain asing baru diperbolehkan kembali merumput saat liga memasuki babak play-off hingga grand final.
Hingga saat ini, KOVO belum memberikan respons resmi terkait usulan tersebut. Langkah yang diinginkan Cha Sang-hyun dinilai sangat janggal dan tidak lazim.
Sebab, mayoritas liga voli dunia umumnya hanya membatasi kuota jumlah pemain asing dalam tim, bukan membatasi jumlah pertandingan.
Jika disahkan, aturan ini dipastikan bakal merugikan klub dari sisi finansial mengingat nilai kontrak pemain asing tidaklah murah, sekaligus merusak target klub untuk lolos ke babak penentuan juara.
Hitung-hitungan Laga Megawati yang Berpotensi Melayang
Jika mengacu pada regulasi radikal tersebut, berapa banyak pertandingan Megawati yang akan hangus?
Kompetisi reguler V-League diketahui bergulir sebanyak 6 putaran, di mana setiap tim memainkan 6 pertandingan per putaran.
Dengan total 36 laga fase reguler, larangan bertanding pada putaran 4 hingga 6 otomatis akan memangkas 18 pertandingan yang seharusnya bisa dilakoni oleh Megawati bersama Hyundai Hillstate.
Di tengah bergulirnya polemik tersebut, KOVO resmi menggelar turnamen pramusim bertajuk Korea Industrial Volleyball Federation & Professional Volleyball Futures Championship 2026 di Danyang, Chungcheong Utara, pada 7–16 Juni mendatang.
Turnamen ini diikuti oleh 10 tim yang terbagi dalam dua grup:
- Pool A: Expressway Hi-Pass, IBK Altos, Pink Spiders, Suwon, dan Pohang.
- Pool B: Yangsan, Red Sparks, GS Caltex, Daegu, dan Hyundai Hillstate.
Megawati Hangestri dipastikan absen dalam turnamen pramusim ini. Sebab, ajang tersebut memang dikhususkan bagi pemain lokal dan pilar pelapis guna menambah jam terbang.
Selain Megawati, legiun asing asal Amerika Serikat yang menjadi rekan setimnya di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson, juga dipastikan absen.
Jadwal Keberangkatan Menuju Hyundai Hillstate Komplit
Terlepas dari turnamen pramusim tersebut, kepastian jadwal bergabungnya pevoli asal Jember ini telah menemui titik terang.
Agen Megawati di Korea Selatan, Chris Kim, mengonfirmasi bahwa kliennya akan segera merapat ke markas Hyundai Hillstate di Suwon pada pertengahan tahun ini.
"Megawati diperkirakan akan bergabung dengan tim pada akhir Juni atau awal Juli," beber Chris Kim melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (15/5/2026).
Chris Kim memaparkan bahwa seluruh proses transfer dan urusan administrasi telah rampung sepenuhnya.
Megawati bahkan telah terbang langsung ke Korea Selatan untuk menandatangani kontrak resmi pada Kamis (7/5/2026), sebelum akhirnya kembali ke Indonesia melalui Surabaya sehari setelahnya.
Sebagai catatan, Megawati memiliki portofolio mentereng di V-League. Bersama Red Sparks, pemain berjuluk Megatron ini sukses membawa timnya finis di peringkat ketiga pada musim 2023/2024, serta merengkuh posisi runner-up pada musim 2024/2025.
Ekspektasi besar kini berada di pundak Megawati untuk kembali mengguncang Liga Voli Korea 2026/2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 31 Oktober mendatang.
Editor : Imron Hidayatullahh