JEMBER, Radar Ijen - Megawati Hangestri Pertiwi terancam menghadapi tantangan baru jelang kembali tampil di Liga Voli Korea bersama Hyundai Hillstate.
Bukan karena persaingan di klub, melainkan usulan kontroversial dari pelatih Timnas Voli Putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Pelatih itu mengusulkan agar kuota pemain asing di V-League dikurangi, demi memberi lebih banyak kesempatan bermain kepada pemain lokal Korea.
Usulan tersebut langsung memantik perdebatan. Ada yang mendukung, namun tak jarang juga yang menolak usulan kontroversi tersebut.
Sebab, jika benar diterapkan, dampaknya bisa berpengaruh terhadap pemain asing Asia, termasuk Megawati Hangestri yang musim depan kembali bermain di Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate.
Cha Sang-hyun menilai dominasi pemain asing membuat perkembangan pemain lokal berjalan kurang maksimal.
Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan media Korea maupun publik voli Asia. Apalagi, selama beberapa musim terakhir, pemain asing memang memegang peran vital di banyak klub V-League.
Nama Megawati Hangestri sendiri menjadi salah satu contoh paling menonjol. Selama dua musim bersama Red Sparks, opposite asal Jember tersebut menjelma menjadi mesin poin utama sekaligus ikon baru liga.
Karena itu, muncul kekhawatiran bahwa perubahan regulasi nantinya bisa membuat menit bermain pemain asing menjadi lebih terbatas.
Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi dari federasi maupun operator liga terkait usulan tersebut. Wacana itu masih sebatas pembahasan dan memunculkan pro-kontra di kalangan pecinta voli Korea.
Di sisi lain, Hyundai Hillstate justru mendatangkan Megawati dengan ekspektasi tinggi. Klub asal Suwon itu melihat Megawati sebagai sosok penting untuk memperkuat lini serang sekaligus meningkatkan peluang bersaing dalam perebutan gelar musim depan.
Performa Megawati Hangestri Pertiwi selama di Korea memang sulit diabaikan. Dia sukses menjadi salah satu opposite paling produktif di liga dan membawa Red Sparks kembali kompetitif.
Karena itu, banyak pihak menilai pembatasan pemain asing justru bisa mengurangi kualitas kompetisi V-League yang selama ini berkembang pesat berkat hadirnya pemain-pemain asing berkualitas.
Kini, situasi tersebut membuat masa depan pemain asing di Liga Korea kembali menjadi perhatian. Termasuk Megawati Hangestri yang tengah bersiap membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate.
Jika usulan itu benar-benar direalisasikan, bukan tidak mungkin persaingan dan distribusi menit bermain pemain asing di V-League akan berubah drastis musim mendatang. (*)
Editor : Ilham Wahyudi