RADAR JEMBER - Peringkat voli putri Korea Selatan merosot tajam ke peringkat 40 dunia (bahkan di Asia sudah disalip Thailand dan Vietnam!).
Menanggapi krisis ini, Pelatih Kepala Timnas, Cha Sang-hyun, melempar usulan yang cukup berani dan anti-mainstream.
Dia meminta Federasi Voli Korea (KOVO) untuk melarang penggunaan Pemain Asing dan Kuota Asia di V-League khusus pada tahun penyelenggaraan Olimpiade dan Asian Games, mulai dari putaran ke-4 hingga ke-6.
Kenapa usulan ini muncul?
Lokal Cuma Jadi Penonton: Saat ini, posisi penyerang utama (opposite dan outside hitter) di klub-klub V-League dikuasai penuh oleh pemain asing. Pemain lokal akhirnya minim menit bermain.
Mental 'Lembek' di Poin Kritis: Karena bola-bola penting selalu dikasih ke pemain asing, pemain timnas lokal gak terlatih untuk jadi eksekutor dan memikul tanggung jawab saat pertandingan memasuki poin kritis (skor 20 ke atas).
"Kalian tidak boleh hanya menjadi penonton, baik di klub kalian maupun di kompetisi internasional. Saya harap kalian bermain dengan rasa tanggung jawab," tegas Pelatih Cha untuk para pemain lokal.
Sebuah langkah ekstrem demi memutus ketergantungan pada pemain asing dan memaksa pemain lokal "naik kelas" secara instan.
Editor : M. Ainul Budi