RADAR JEMBER - Kompetisi bola voli tertinggi Korea Selatan, V-League, dipastikan akan menghadapi guncangan besar musim depan.
Federasi Bola Voli Korea (KOVO) dilaporkan tengah menggodok dan menerapkan sejumlah aturan radikal baru yang diprediksi bakal mengubah peta kekuatan klub secara drastis, sekaligus berdampak langsung pada para pemain asing, termasuk bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Megawati, yang tampil luar biasa dan menjadi motor serangan utama bagi Red Sparks, kini harus bersiap menghadapi penyesuaian regulasi baru tersebut.
Namun menariknya, dampak domino dari aturan baru ini justru disebut-sebut bakal memberikan pukulan telak dan kerugian finansial maupun teknis yang besar bagi klub raksasa juara bertahan, Suwon Hyundai Engineering & Construction Hillstate (Hyundai Hillstate).
Regulasi baru yang mencakup pembatasan kuota, penyesuaian batas gaji (salary cap), hingga aturan mengenai retensi pemain asing Asia ini memaksa klub-klub besar memutar otak demi mempertahankan keseimbangan skuad mewah mereka tanpa melanggar batas aturan finansial yang ketat.
Ultimatum Regulasi dan Dampak Bagi Klub
Mengenai situasi krusial yang tengah berkembang di internal federasi dan klub-klub kontestan V-League, pihak otoritas olahraga dan perwakilan manajemen teknis kompetisi memberikan pernyataan tegas mengenai tujuan dari langkah ekstrem ini.
Baca Juga: Dibalik Proses Negosiasi Alot Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate
Berikut adalah pernyataan atau kutipan dari pihak otoritas kompetisi terkait reformasi aturan tersebut tanpa ada perubahan makna:
"Regulasi baru ini diterapkan untuk menciptakan kompetisi yang lebih sehat, adil, dan kompetitif di antara semua klub V-League. Kami memahami bahwa transisi ini akan memaksa beberapa klub besar melakukan pengorbanan struktural yang signifikan pada komposisi pemain mereka."
Editor : M. Ainul Budi