Radar Jember - Adanya cabor atletik pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) kembali mendapat perhatian serius di Jember.
Pengurus Kabupaten Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember mulai menyiapkan langkah pembinaan jangka panjang untuk membangun kembali tradisi atletik pelajar yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Fokus utamanya bukan hanya mengejar prestasi sesaat, tetapi membentuk sistem pembinaan berjenjang sejak usia dini.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Gagal Menanjak, Truk Muat Tebu Masuk Sawah
Ketua PASI Jember, Ahmadi mengatakan, target utama yang ingin dicapai adalah membuat PASI Jember menjadi lebih baik sekaligus mampu meraih prestasi pada ajang Porprov Jawa Timur 2027 mendatang.
Karena itu, pembinaan atlet tidak akan lagi dilakukan secara instan, melainkan dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. “Yang jelas target PASI Jember pertama lebih baik, kedua prestasi. Kami fokus ke Porprov Jatim 2027,” ujarnya.
Menurut Ahmadi, atletik sebenarnya memiliki akar kuat di dunia pendidikan karena sebagian besar atlet lahir dari lingkungan sekolah.
Dia menilai olahraga atletik dahulu cukup dekat dengan pembelajaran dasar di sekolah, khususnya tingkat SD.
Karena itu, PASI Jember berencana kembali mendorong atletik masuk dalam aktivitas atau kurikulum sekolah. Agar pembinaan atlet bisa berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kembangkan Bibit Potensial Pemain Profesional, Liga Mahasiswa di Jember Resmi Bergulir
Tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, PASI Jember juga ingin memperluas pembinaan hingga tingkat desa.
Rencana itu disiapkan melalui kompetisi berjenjang mulai level desa, kecamatan, hingga nantinya bermuara pada Pekan Olahraga Daerah.
Dengan pola tersebut, pencarian bakat atlet diharapkan bisa menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini belum tersentuh pembinaan olahraga secara serius. “Pembinaan nanti dilakukan dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai level umum di desa-desa,” katanya.
Sementara itu, pelatih atletik Jember, Wahman Sanjaya menilai potensi atlet atletik usia pelajar di Jember sebenarnya sangat besar.
Menurutnya, banyak siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA memiliki kemampuan dasar yang baik untuk dikembangkan menjadi atlet.
Terlebih cabang atletik memiliki banyak nomor pertandingan sehingga peluang meraih medali dalam ajang resmi seperti Porprov juga lebih terbuka lebar dibanding cabang olahraga lain.
Wahman mengatakan, selama ini pencarian bibit atlet masih sangat bergantung pada agenda tertentu seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN.
Baca Juga: Bupati Jember Bertemu Wamensesneg, Bahas Akselerasi Pembangunan Daerah
Padahal, menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan lebih banyak kompetisi agar kemampuan atlet bisa terus terasah.
Karena itu, dia berharap ke depan semakin banyak event atletik digelar di Jember untuk membuka ruang seleksi atlet yang lebih luas.
Menurutnya, semakin sering atlet muda mengikuti kompetisi, mental bertanding dan kualitas teknik mereka juga akan berkembang lebih cepat.
Dari situlah nantinya Jember bisa memiliki stok atlet yang lebih siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Harapannya nanti tidak hanya ada O2SN, tapi juga lebih banyak event olahraga untuk mencari bibit-bibit atlet atletik di Jember,” ungkapnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh