JAKARTA, Radar Jember - Peta kekuatan tim nasional voli putra Indonesia dipastikan mengalami perombakan besar-besaran.
Dua pilar senior yang selama ini menjadi motor serangan dan pengatur ritme permainan Merah Putih, opposite Rivan Nurmulki dan setter Nizar Julfikar, resmi menyatakan mundur dari skuad Timnas Voli Putra Indonesia.
Namun, jajaran pelatih tidak ingin berlama-lama meratapi kepergian dua bintang tersebut. Bergerak cepat, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) langsung memanggil dua talenta muda berbakat untuk mengisi slot kosong yang ditinggalkan.
Nama Rama Fazza Fauzan dipercaya untuk mengisi kekosongan posisi opposite yang ditinggalkan oleh Rivan Nurmulki.
Rama Fazza Fauzan sebelumnya memang digadang-gadang sebagai the next Rivan Nurmulki. Dia berasal dari klub pembinaan yang sama, yakni Surabaya Samator.
Masuknya Rama Fazza Fauzan menjadi jawaban atas teka-teki siapa yang akan menjadi juru gedor masa depan, sang pengganti Rivan Nurmulki.
Rama, yang memiliki lompatan tinggi dan spike tajam, dinilai sebagai salah satu pemain muda paling potensial saat ini.
Meski secara jam terbang internasional masih kalah dibanding Rivan Nurmulki, Rama memiliki keunggulan dalam hal determinasi dan kondisi fisik yang prima.
Turnamen mendatang akan menjadi panggung pembuktian bagi Rama bahwa dirinya layak mengemban beban sebagai mesin pencetak poin utama Indonesia.
Mundurnya Nizar Julfikar jelas meninggalkan lubang besar di posisi pengatur serangan. Nizar dikenal sebagai setter dingin dengan segudang pengalaman internasional.
Tugas berat ini kini diserahkan kepada Alfin Daniel Pratama. Dia menjadi pemain lainnya yang baru dipanggil oleh PBVSI untuk mengikuti Pelatnas.
Alfin Daniel Pratama, yang tampil gemilang di kompetisi Proliga 2026, dinilai memiliki kreativitas dan nyali yang cukup untuk mengomandoi lini serang timnas.
Gaya mainnya yang dinamis dan berani melakukan variasi serangan cepat diharapkan mampu memberikan warna baru bagi permainan Indonesia.
Dengan masuknya Alfin dan Rama, wajah timnas voli putra Indonesia kini kental dengan nuansa kemudaan dan energi baru.
Kolaborasi keduanya diharapkan bisa langsung nyetel dengan sisa skuad senior lainnya seperti Farhan Halim, Doni Haryono, dan Hendra Kurniawan. (*)
Editor : Ilham Wahyudi