JAKARTA, Radar Ijen - Kepastian Megawati Hangestri kembali ke Liga Voli Korea bersama Hyundai Hillstate langsung memantik sorotan luas.
Transfer opposite andalan Indonesia itu memang dinilai menjanjikan, tetapi media Korea Selatan juga mengingatkan Hillstate agar tak terlena oleh euforia semata.
Media Korea, Swtvnews, menilai keputusan merekrut Megawati bisa menjadi langkah besar Hyundai Hillstate untuk membangun skuad penantang juara musim 2026/2027.
Performa Megawati selama dua musim bersama Red Sparks dianggap sudah menjadi bukti kualitas. “Mega, yang kembali ke V-League setelah dua musim, akhirnya memilih Hyundai Hillstate sebagai tujuannya daripada tim lamanya,” tulis Swtvnews.
“Dengan mengakuisisi Mega, aset yang sudah terbukti, Hyundai Hillstate telah membangun lini serang kiri dan kanan yang tangguh,” imbuhnya.
Namun, di balik optimisme itu, ada catatan serius yang ikut disorot. Kondisi lutut Megawati yang sempat bermasalah disebut masih menjadi faktor penting yang bisa memengaruhi perjalanan Hillstate sepanjang musim.
“Namun, cedera lutut kronis Mega diperkirakan akan tetap menjadi variabel potensial sepanjang musim. Hal ini karena cedera merupakan salah satu alasan utama mengapa Mega sebelumnya menyatakan sikap negatif untuk kembali ke liga domestik,” tegasnya.
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Megawati memang tampil luar biasa selama membela Red Sparks, tetapi dalam beberapa fase penting dia juga harus bermain sambil menahan kondisi fisik yang tidak sepenuhnya ideal.
Pada musim debut 2023/2024, Megawati langsung meledak dengan torehan 736 poin dan tingkat keberhasilan serangan 43,95 persen.
Semusim kemudian, performanya justru meningkat dengan 802 poin serta efektivitas serangan mencapai 48,06 persen. Catatan itu menegaskan bahwa Hillstate merekrut pemain yang sudah terbukti sebagai salah satu opposite paling berbahaya di V-League.
Ironisnya, Hyundai Hillstate justru pernah merasakan langsung kedahsyatan Megawati saat masih berseragam Red Sparks. Hillstate menjadi salah satu korban ketika Megawati membawa timnya melaju hingga final playoff.
Kini situasinya berbalik. Pemain yang dulu menjadi ancaman justru diproyeksikan sebagai senjata utama Hillstate.
Karena itu, tantangan terbesar Hyundai bukan sekadar memaksimalkan kualitas Megawati, tetapi juga menjaga kondisi fisiknya tetap stabil sepanjang musim.
Jika berhasil, Hillstate bisa menjadi salah satu kandidat kuat juara. Namun jika masalah cedera kembali muncul, transfer besar ini juga berpotensi menghadirkan risiko yang tak kecil.
Dengan kata lain, Megawati memang membawa harapan besar ke Hyundai Hillstate. Tetapi seperti peringatan media Korea, harapan itu tetap harus dibarengi kewaspadaan.
Sebab di level kompetisi setinggi V-League, kualitas saja tak selalu cukup tanpa kondisi fisik yang benar-benar terjaga. Sehingga mampu tetap mempertahankan konsistensi di lapangan. (*)
Editor : Ilham Wahyudi