JAKARTA, Radar Ijen - Tak ada ruang untuk coba-coba. Target tinggi sudah dipasang dan langkah pertama dimulai dari sini. Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) resmi memanggil 14 pemain terbaik, untuk membentuk kekuatan Jakarta Garuda.
Komposisinya tak main-main perpaduan talenta muda potensial, pemain matang, hingga dua amunisi asing kelas dunia. Hal tersebut dilakukan dengan satu ambisi, menorehkan prestasi di kancah Asia.
Langkah serius ditunjukkan PBVSI dalam menatap ajang AVC Men’s Champions League 2026. Tim Jakarta Garuda diproyeksikan menjadi wajah Indonesia di level Asia, sekaligus membawa ambisi menembus persaingan elit klub-klub terbaik kawasan.
Sebanyak 14 pemain telah dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Nama-nama yang masuk mencerminkan kombinasi kekuatan dari berbagai daerah, dengan dominasi kontribusi dari Jawa Timur dan Jawa Barat.
Dari Jawa Timur, terdapat empat nama yang siap menjadi tulang punggung: Putra Bagus Hidayat, Krisna, Tedi Oka Syahputra, dan Agustino. Sementara Jawa Barat menyumbang empat pemain lainnya, yakni Zaki Hasan Maulana, Muhammad Rayhan, Raihan Rizky Attorif, serta Fauzan Nibras.
DKI Jakarta juga tak ketinggalan dengan dua wakilnya, Dawuda Alaihimassalam dan Hilarius Galang Bryantama Putra. Sementara daerah lain turut menyumbangkan kekuatan, seperti Jordan Michael Immanuel Dwi Susanto dari Sulawesi Utara dan Muhammad Shafa Pandya dari Kalimantan Timur.
Yang menarik, Jakarta Garuda juga diperkuat dua pemain asing yang diharapkan memberi warna sekaligus meningkatkan daya saing tim. Mereka adalah Lyvan Taboada Diaz asal Kuba dan Timofel Sokolov dari Rusia.
Kehadiran pemain asing ini bukan sekadar pelengkap. Pengalaman internasional yang mereka miliki diharapkan mampu menjadi katalis bagi peningkatan performa tim secara keseluruhan, terutama dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari negara-negara dengan tradisi voli kuat di Asia.
PBVSI tampaknya ingin memastikan bahwa Jakarta Garuda tidak hanya sekadar tampil, tetapi juga kompetitif. Dengan komposisi pemain yang merata di berbagai posisi, tim ini memiliki modal untuk bermain cepat, agresif, dan variatif.
Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Adaptasi antarpemain, chemistry tim, serta kesiapan mental akan menjadi faktor penentu di tengah padatnya jadwal dan tingginya level kompetisi.
AVC Men’s Champions League bukan panggung biasa. Ini adalah arena pembuktian. Dan bagi Jakarta Garuda, ini bukan sekadar keikutsertaan, melainkan pertaruhan nama besar voli Indonesia di kancah Asia. (*)
Editor : Ilham Wahyudi