JAKARTA, Radar Ijen - Kabar mengejutkan datang dari skuad voli putri Indonesia. Andalan utama lini serang, Megawati Hangestri Pertiwi, resmi mengundurkan diri dari tim nasional voli putri Indonesia.
Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI). Surat itu dikirim pada Senin (27/4), di tengah persiapan tim menghadapi sejumlah agenda internasional sepanjang tahun ini.
Langkah Megawati jelas bukan keputusan ringan. Pemain asal Jember itu selama ini menjadi tulang punggung timnas. Namun, kondisi fisik menjadi pertimbangan utama.
Dalam keterangannya, Megawati Hangestri Pertiwi menyebut keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan banyak hal, mulai dari kondisi kesehatan hingga perjalanan karir profesionalnya ke depan.
Federasi pun merespons cepat. PP PBVSI memastikan telah menerima dan menyetujui pengunduran diri tersebut. Mereka juga menegaskan tetap memberikan dukungan penuh kepada Megawati.
“Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk fokus pada pengembangan karir profesional, kondisi fisik, serta rencana pribadi ke depan,” tulis Megawati Hangestri Pertiwi, dilansir dari Instagram @indonesian_volleyball.
“Saya percaya ini adalah langkah terbaik yang dapat saya ambil saat ini,” imbuh Megawati Hangestri Pertiwi dalam keterangan resminya.
PP PBVSI menghargai segala pertimbangan dari Megawati Hangestri Pertiwi dan menyetujui pengunduran dirinya. “PBVSI terus memberikan dukungan penuh agar Megawati dapat terus memberikan yang terbaik, bagi bola voli Indonesia,” tulis akun Instagram @indonesian_volleyball.
Sebelumnya, Megawati masuk dalam daftar 17 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi sejumlah turnamen penting pada 2026.
Di antaranya AVC Nation’s Cup, SEA V League, hingga AVC Continental Cup yang dijadwalkan berlangsung di berbagai negara.
Dengan mundurnya Megawati, komposisi tim jelas berubah. Tim pelatih kini harus mencari alternatif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan salah satu mesin poin utama Indonesia tersebut.
Sejumlah nama seperti Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, hingga Maradanti Namira diperkirakan tetap menjadi andalan. Sementara itu, wajah baru juga mulai diberi kesempatan untuk memperkuat skuad senior.
Kepergian Megawati menjadi kehilangan besar. Namun, keputusan ini sekaligus membuka ruang regenerasi di tubuh timnas voli putri Indonesia.
Di sisi lain, langkah ini juga menandai fase baru dalam perjalanan karir Megawati yang kini mulai mengarahkan fokus pada kondisi fisik dan masa depannya di level profesional. (*)
Editor : Ilham Wahyudi