BANDUNG, Radar Ijen - Langkah Bandung BJB Tandamata ke panggung AVC Women Champions League 2026 bukan tanpa bekal. Mereka datang dengan persiapan yang matang.
Tim asal Kota Kembang itu datang dengan rekam jejak prestasi yang solid, bahkan termasuk salah satu yang konsisten di kompetisi domestik.
Bandung BJB Tandamata tercatat telah mengoleksi empat gelar juara Proliga. Sebuah capaian yang menegaskan eksistensi mereka sebagai kekuatan utama voli putri Indonesia dari masa ke masa.
Gelar pertama diraih pada 2003, saat tim masih menggunakan nama Bandung Art Deco Bank Jabar. Tiga tahun berselang, tepatnya 2006, mereka kembali naik podium tertinggi dengan nama yang sama. Dua trofi awal itu menjadi fondasi kejayaan klub.
Setelah sempat menunggu cukup lama, Bandung BJB Tandamata kembali menunjukkan tajinya di era modern. Musim 2022 menjadi titik balik. Mereka sukses merebut gelar juara dan mengakhiri penantian panjang.
Tak berhenti di situ, dominasi langsung berlanjut. Pada musim 2023, Bandung BJB Tandamata kembali menjadi yang terbaik.
Gelar tersebut sekaligus mengukir catatan back-to-back champion, prestasi yang menegaskan konsistensi sekaligus kedalaman skuad.
Berikut rincian gelar juara Bandung BJB Tandamata dalam perjalannya di kompetisi kasta voli tertinggi di Indonesia, Proliga dari masa ke masa.
2003: Juara (sebagai Bandung Art Deco Bank Jabar)
2006: Juara (sebagai Bandung Art Deco Bank Jabar)
2022: Juara (sebagai Bandung BJB Tandamata)
2023: Juara (sebagai Bandung BJB Tandamata)
Dengan koleksi trofi tersebut, Bandung BJB Tandamata tidak sekadar hadir sebagai wakil Indonesia. Mereka membawa identitas sebagai tim juara dengan tradisi, pengalaman, dan mental bertanding yang telah teruji.
Kini, tantangan di level Asia menanti. Lawan lebih kuat, tekanan lebih besar. Namun dengan sejarah yang dimiliki, Bandung BJB Tandamata punya alasan untuk percaya diri, bahwa mereka tak hanya datang untuk meramaikan, tetapi juga untuk bersaing. (*)
Editor : Ilham Wahyudi