JEPANG, Radar Ijen - Langkah Farhan Halim ke Jepang bukan datang tiba-tiba. Di balik kontraknya bersama klub Negeri Sakura, tersimpan perjalanan panjang lintas liga, dari dalam negeri hingga Asia Barat dan Asia Tenggara.
Bergabungnya Farhan Halim ke VC Nagano Tridents menjadi babak baru dalam kariernya. Namun, langkah itu merupakan lanjutan dari perjalanan panjang yang sudah ia tempuh di berbagai klub.
Pasca satu musim bersama mantan klub Rivan Nurmulki di Jepang, VC Nagano Tridents, Farhan Halim akhir secara resmi mengakhiri karirnya di Negeri Sakura.
Farhan Halim merupakan salah satu pemain voli profesional di Indonesia, yang dikenal dengan jump service yang mematikan.
Dalam karir profesionalnya di dunia bola voli, Farhan Halim kenyang pengalaman. Dia diketahui membela berbagai klub di dalam dan luar negeri.
Karier profesional Farhan dimulai dari kompetisi domestik. Ia pernah memperkuat sejumlah tim di Indonesia, termasuk Jakarta Pertamina dan Pasundan Bandung pada fase awal karirnya.
Serta sejumlah klub di dalam negeri lainnya, mulai dari Jamarta Rajawali Pasundan, STIN BIN, hingga Jakarta Bhayangkara Presisi.
Dari sinilah namanya mulai dikenal sebagai salah satu outside hitter potensial. Performa konsisten di level nasional membuka jalan ke panggung internasional.
Farhan kemudian mencicipi pengalaman bermain di Uni Emirat Arab bersama Hatta Club Dubai. Pengalaman ini menjadi pintu awal karier luar negerinya.
Tak berhenti di sana, Farhan melanjutkan petualangannya ke Asia Tenggara. Ia sempat memperkuat klub Thailand, Nakhon Ratchasima, pada musim 2023–2024.
Di sana, ia semakin matang, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Sehingga banyak klub yang mulai melirik kemampuannya.
Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan tampil impresif di Proliga. Penampilannya bahkan mengantarkannya menjadi salah satu pemain terbaik dan menarik perhatian klub luar negeri.
Momentum itu berujung pada kontrak bersama VC Nagano Tridents untuk musim 2025–2026, beberapa waktu lalu. Klub Jepang tersebut merekrutnya sebagai bagian dari skuad yang berlaga di SV League.
Bagi Farhan, ini bukan sekadar pindah klub. Liga Jepang dikenal memiliki intensitas tinggi dan kualitas pemain kelas dunia, sehingga menjadi tantangan baru dalam pengembangan karirnya.
Perjalanan lintas negara ini menunjukkan satu hal, proses Farhan Halim tidak instan. Ia ditempa dari kompetisi lokal, merantau ke Timur Tengah, berkembang di Asia Tenggara, hingga akhirnya menembus panggung elit Asia. (*)
Editor : Ilham Wahyudi