SEMARANG, Radar Ijen - Performa Megawati Hangestri Pertiwi di lapangan belum sepenuhnya kembali ke level terbaik.
Di balik itu, ada proses panjang pemulihan cedera lutut yang masih terus berjalan, serta menuntut komitmen penuh dari klub Jakarta Pertamina Enduro.
Kondisi Megawati Hangestri Pertiwi masih menjadi perhatian jelang fase krusial Proliga 2026. Opposite andalan Jakarta Pertamina Enduro itu mengakui cedera lututnya belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Dinggap Berada di Wilayah yang Tak Kondusif, Mahasiswa Asal Bondowoso Dipulangkan dari Iran
Cedera tersebut merupakan akumulasi dari musim lalu, saat pemain asal Jember itu membela Daejeon Red Sparks.
Padatnya jadwal, terutama di fase playoff hingga final Liga Voli Korea, membuat lututnya mengalami tekanan berlebih.
Setelah kembali ke Indonesia, intensitas pertandingan tidak langsung menurun. Megawati masih harus menjalani berbagai agenda.
Mulai kompetisi domestik, termasuk Proliga 2026 hingga turnamen internasional, yang membuat proses pemulihan menjadi semakin menantang.
Dampaknya mulai terlihat di lapangan. Lompatan dan mobilitas Megawati belum kembali seperti sebelum cedera. Meski demikian, perannya tetap vital dalam skema permainan tim.
Megawati sendiri tidak banyak berkelit. Ia menegaskan kondisinya masih dalam tahap pemulihan. “Iya efek dari tahun lalu, terus lagi proses (pemulihan),” kata Megawati Hangestri Pertiwi.
Di tengah situasi tersebut, manajemen Jakarta Pertamina Enduro memastikan komitmen penuh terhadap pemulihan sang pemain.
Program rehabilitasi disiapkan secara khusus, melibatkan tim medis dan fisioterapis untuk mengembalikan kondisi Megawati Hangestri secara bertahap.
Klub juga menempatkan aspek kesehatan sebagai prioritas utama. Megawati tidak dipaksakan tampil penuh, melainkan disiapkan secara bertahap agar bisa kembali dalam kondisi optimal di momen-momen penting musim ini.
Dilansir dari berbagai sumber, Manajer tim Jakarta Pertamina, Widi Triyoso, menegaskan klubnya mengutamakan seluruh kesehatan pemain, tidak hanya Megawati Hangestri Pertiwi.
"Kami punya kekuatan di tim itu ada triangle yaitu Irina Voronkova, kemudian Wilma Salas sama Megawati. Tiga ini harus dalam kondisi fit semua," katanya.
Dengan peran sentralnya di lini serang, proses pemulihan Megawati menjadi kunci. Bukan hanya untuk Jakarta Pertamina Enduro, tetapi juga untuk kepentingan timnas Indonesia ke depan. (*)
Editor : Ilham Wahyudi