SURABAYA, Radar Ijen - Peta persaingan Proliga 2026 dikejutkan dengan melesatnya nama bomber muda lokal di jajaran elit pencetak poin.
Rama Fazza Fauzan, opposite andalan yang tampil fenomenal, resmi menduduki posisi puncak daftar Top Scorer sementara, mengungguli deretan pemain asing bertubuh raksasa.
Ketajaman pemuda bertinggi badan 194 cm ini memicu gairah baru di kalangan pecinta voli nasional.
Publik mulai berani menyebutnya sebagai The Real Next Rivan Nurmulki.
Rama Fazza Fauzan dianggap kemiripan gaya main dan efektivitas serangannya yang mematikan, layaknya Rivan Nurmulki pada zamannya.
Jika biasanya daftar pencetak poin terbanyak didominasi oleh pemain abroad dari luar negeri, Rama Fazza Fauzan membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing.
Rama Fazza Fauzan memiliki persentase keberhasilan serangan yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, dia juga memiliki spike touch yang tinggi, membuatnya mampu melakukan smash di atas blok lawan.
Pengamat voli menilai Rama memiliki insting predator yang mirip dengan Rivan saat pertama kali meledak di panggung Proliga.
"Rama punya ketenangan luar biasa. Saat bola open dan blok lawan rapat, dia tidak asal pukul, tapi tahu kapan harus menggunakan power atau melakukan placement,” kata Nanang Pengamat Voli Asal Bondowoso.
“Itu adalah kecerdasan yang dulu kita lihat pada sosok Rivan Nurmulki. Saat ini mulai terlihat pada sosok Rama Fazza Fauzan," imbuhnya.
Baca Juga: Operasi Semeru Bondowoso Digelar Dua Pekan, Bidik Pelanggar Berisiko Tinggi
Rama Fazza Fauzan mencetak 78 poin dari 18 game set yang dijalankan. 66 poin diantaranya dari attack, 8 block poin dan 4 poin service ace.
Kekuatan tangan kanan yang eksplosif dan kemampuan back attack dari posisi 1 yang sangat sinkron dengan setter. Membuatnya menjadi pemuncak top scorer Proliga 2026 sementara.
Keberhasilan Rama memuncaki daftar top scorer sementara Proliga 2026, bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga menjadi tumpuan bagi timnya untuk melaju ke babak Final Four.
Jika performa tersebut stabil, gelar Best Scorer atau bahkan MVP (Most Valuable Player) bukan hal yang mustahil untuk ia sabet di akhir musim.
Kehadiran Rama Fazza Fauzan di puncak klasemen skor menjadi sinyal positif bagi regenerasi Timnas Voli Putra Indonesia.
Indonesia kini tak lagi perlu cemas mencari sosok pengganti sepadan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan para senior, salah satunya Rivan Nurmulki.
Diketahui Rivan Nurmulki dikabarkan memutuskan pensiun dari Timnas Voli Putra Indonesia. Meski masih tetap bermain untuk klub di luar negeri.
Editor : M. Ainul Budi