radar jember - Piala Dunia U-17 2025 dipastikan akan berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. FIFA, sebagai badan tertinggi sepak bola dunia, mengumumkan perubahan besar dalam format turnamen usia muda paling bergengsi ini. Kali ini, bukan hanya 24 tim seperti pada edisi sebelumnya, melainkan 48 negara akan bersaing memperebutkan trofi juara dunia U-17. Turnamen ini akan digelar di Qatar mulai 3 hingga 27 November 2025.
Langkah FIFA ini menjadi bagian dari transformasi besar kompetisi global, mirip dengan reformasi yang dilakukan pada Piala Dunia senior 2026 mendatang. Dengan tambahan jumlah peserta, tantangan pun meningkat. Namun di balik itu, tersembunyi pula peluang besar—termasuk untuk Timnas Indonesia U-17 yang berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke ajang ini.
Dalam format yang disebut-sebut sebagai “rumit namun menjanjikan,” 48 tim peserta akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing terdiri dari 4 negara. Namun, FIFA tidak menghentikan inovasinya di sana. Tiga grup akan digabungkan menjadi satu bagian bernama Mini Tournament. Artinya, akan ada 4 Mini Tournament dalam keseluruhan kompetisi.
Contohnya, Grup A, B, dan C akan berada dalam Mini Tournament 1. Demikian pula dengan Grup D, E, dan F yang tergabung dalam Mini Tournament 2, dan seterusnya. Hal ini menciptakan ekosistem kompetisi internal yang unik dalam setiap Mini Tournament.
Juara dari tiap grup dalam satu Mini Tournament (misalnya A, B, C) akan melaju ke semifinal Mini Tournament. Kemudian, pemenang semifinal akan bertarung di final Mini Tournament untuk memperebutkan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia U-17.
Dengan demikian, hanya empat tim juara dari masing-masing Mini Tournament yang akan maju ke semifinal Piala Dunia U-17 2025 dan berkesempatan menuju final serta mengangkat trofi juara dunia.
Kabar baik datang bagi sepak bola Indonesia. Timnas U-17 berhasil mencetak sejarah baru setelah menembus perempat final Piala Asia U-17 2025 dan memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Ini adalah penampilan kedua Garuda Muda di ajang ini setelah edisi 2023 yang digelar di kandang sendiri.
Media luar negeri bahkan menyoroti pencapaian ini dengan nada positif. "Malam gemilang untuk wakil Asia Tenggara," tulis media asal Malaysia, mengomentari keberhasilan Indonesia di Piala Asia U-17 baru-baru ini.
Dengan format baru yang memberikan lebih banyak peluang pertandingan dan jalur menuju babak gugur, Indonesia punya kesempatan untuk membuat kejutan. Meski lawan-lawan tangguh menanti, atmosfer kompetitif di tiap Mini Tournament bisa dimanfaatkan jika Garuda Muda tampil konsisten sejak fase grup.
Format baru ini menuai berbagai tanggapan. Sebagian menyambutnya sebagai bentuk demokratisasi sepak bola usia muda, karena lebih banyak negara bisa ambil bagian. Namun di sisi lain, banyak pihak menyebutnya rumit karena banyaknya fase yang harus dilalui untuk menjadi juara.
Kiprah Timnas U-17 Indonesia kali ini terasa berbeda. Tak hanya karena pencapaian mereka di level Asia, tetapi juga karena format baru yang memberi peluang lebih besar bagi negara-negara non-unggulan. Jika mampu memanfaatkan kesempatan ini, bukan tak mungkin Garuda Muda akan mencatatkan sejarah baru di tanah Qatar.
Dalam turnamen yang menggabungkan kompetisi intens, rotasi strategi, dan kekuatan mental, para pemain muda Indonesia diharapkan mampu menunjukkan bahwa mereka tak hanya datang untuk berpartisipasi—tetapi juga bersaing dan mengukir prestasi.
Editor : M. Ainul Budi