Tol Jambi–Rengat Ditarget Mulai Dibangun 2027, Pembebasan Lahan Dikebut

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:27 WIB
Tol Trans Sumatera Sumber: antara
Tol Trans Sumatera Sumber: antara

 

RADAR JEMBER - Pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat ditargetkan mulai pada 2027. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah mempercepat penyelesaian proses pembebasan lahan yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan fisik dimulai.

Gubernur Jambi Al Haris menargetkan seluruh proses penetapan lokasi hingga pendataan ganti rugi lahan rampung pada akhir Desember 2026. Langkah ini diharapkan membuat lahan yang akan dilalui jalan tol siap digunakan sesuai rencana pembangunan.

Dilansir dari media lain, target tersebut disampaikan Al Haris dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi–Rengat di Kota Jambi.

Pemerintah juga menetapkan batas waktu penyelesaian penetapan lokasi. Proses tersebut diharapkan berjalan sesuai jadwal agar penyelesaian ganti rugi lahan dapat dilakukan pada tahun yang sama.

Baca Juga: Update Jalan Tol Trans Sumatera 2026, Ini Progres Pembangunan dan Target Penyelesaiannya

Al Haris menegaskan pentingnya koordinasi seluruh pihak yang terlibat agar persoalan lahan tidak menghambat rencana pembangunan.

Percepatan proyek ini membutuhkan kerja sama antara PT Hutama Karya, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui jalan tol.

Tol Jambi–Rengat Dibangun dalam Dua Seksi

Ruas Tol Jambi–Rengat tahap I yang dibahas dalam rapat tersebut memiliki panjang 67,45 kilometer. Pembangunannya direncanakan terbagi menjadi dua seksi.

Seksi pertama menghubungkan Simpang Ness dengan Cinto Kenang di Kabupaten Muaro Jambi sepanjang 18,75 kilometer.

Sementara itu, seksi kedua membentang dari Bukit Cinto Kenang menuju Merlung sepanjang 48,70 kilometer. Ruas ini melintasi wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sejumlah wilayah yang direncanakan dilalui jalan tol tersebut meliputi Kelurahan Pijoan serta Desa Tantan, Rantau Majo, Gerunggung, Bukit Baling, dan Suko Awin Jaya di Kabupaten Muaro Jambi.

Rute berikutnya mencakup Desa Selat dan Teluk di Kabupaten Batang Hari serta Desa Dusun Mudo di Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Anggaran Proyek Capai Rp17 Triliun

Dari sisi pembiayaan, pembangunan Tol Jambi–Rengat membutuhkan anggaran sekitar Rp17 triliun. Proyek tersebut mendapat dukungan pembiayaan pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rustam Efendi, menyebut percepatan pembangunan konektivitas membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut bertujuan menyamakan pemahaman para pemangku kepentingan dari sisi teknis maupun administrasi. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Tol Jambi–Rengat juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagaimana tercantum dalam Lampiran Angka 14 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Penyelesaian pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan yang perlu dituntaskan untuk mengejar target pembangunan pada 2027. Namun, target tersebut tetap bergantung pada perkembangan proses administrasi dan kesiapan pelaksanaan proyek.

Penulis : Evelyn Ramadhani Wibowo 

Editor : M. Ainul Budi
tol jambi berita tol trans proyek tol trans sumatera tol trans sumatera