Radar Jember – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina masih bertahan pada Senin (19/10/2026).
Meski tidak mengalami perubahan pada Oktober, biaya pembelian bensin tetap menjadi salah satu pengeluaran rutin yang perlu diperhitungkan masyarakat, terutama pekerja dan mahasiswa yang mengandalkan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.
Mengacu pada daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah Pulau Jawa, Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter.
Sementara itu, Pertamax dijual seharga Rp15.950 per liter. Adapun Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter.
Perbedaan harga tersebut dapat memengaruhi besarnya anggaran transportasi yang harus disiapkan setiap bulan.
Terlebih bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja, kuliah, maupun menjalankan usaha.
Sebagai gambaran, pengendara yang menghabiskan rata-rata dua liter bensin per hari membutuhkan sekitar 60 liter dalam sebulan, dengan asumsi penggunaan selama 30 hari.
Baca Juga: Daripada Beli Mobil Baru, 5 Motuba Rp20 Juta–Rp50 Juta Ini Bisa Jadi Pilihan
Jika menggunakan Pertalite, pengeluaran untuk bensin mencapai Rp600.000 per bulan.
Sementara itu, pengguna Pertamax dengan konsumsi yang sama perlu menyiapkan sekitar Rp957.000 per bulan.
Artinya, terdapat selisih pengeluaran sebesar Rp357.000 dalam sebulan.
Angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan harga per liter dan asumsi konsumsi yang sama, bukan rata-rata pengeluaran seluruh pengendara.
Kebutuhan BBM setiap orang dapat berbeda bergantung pada jarak perjalanan, kondisi lalu lintas, jenis kendaraan, dan frekuensi penggunaan.
Bagi pekerja dengan pendapatan terbatas maupun mahasiswa yang masih mengandalkan uang saku, pengeluaran bensin dapat mengambil porsi tersendiri dari anggaran bulanan.
Biaya tersebut juga perlu dibagi dengan kebutuhan lain, seperti makan, biaya kuliah, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, harga BBM yang tidak berubah memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menyusun anggaran transportasi.
Namun, kestabilan harga tidak serta-merta membuat pengeluaran setiap orang tetap sama karena intensitas perjalanan dan kebutuhan mobilitas dapat berubah.
Karena itu, masyarakat dapat memperkirakan kebutuhan bensin berdasarkan pengeluaran harian, jarak perjalanan, dan frekuensi penggunaan kendaraan.
Perencanaan ini membantu pengguna kendaraan mengatur anggaran transportasi tanpa mengabaikan kebutuhan penting lainnya.
Dengan harga BBM yang masih bertahan pada Oktober 2026, besarnya pengeluaran bulanan tidak hanya ditentukan oleh harga per liter, tetapi juga seberapa sering kendaraan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Penulis: Maghda Fairuzzahra
Editor : M. Ainul Budi