RADAR JEMBER - Dua Seksi pertama Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) sepanjang 24 kilometer siap dioperasikan.
Meski sudah rampung dibangun dan mengantongi sertifikat Laik Operasi (SLO), pembukannya masih bergantung pada perbaikan di Simpang Susun Gending.
Simpang Susun Gending menghubungkan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dengan Prosiwangi. Uji Laik fungsi dan Operasi (ULFO) di lokasi ini dilakukan pada 16-17 Juli 2026 untuk menilai keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional.
Dari hasil uji tersebut, Tim ULFO menemukan beberapa aspek utama yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha.
Perusahaan menyatakan akan segera menjalankan seluruh rekomendasi tim yang harus tuntas sebelum evaluasi lanjutan menuju pengoperasian.
Tol Prosiwangi saat ini dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi dengan total panjang 175,40 km yang terbagi menjadi tujuh seksi, yaitu Suko Kraksaan (12,8 km), Kraksaan-Paiton (11,2 km), paiton-Besuki (25,6 km), besuki-Situbondo (42,3 km), Situbondo-Asembagus (16,7 km), Asemabagus-Bajulmati ( 37,4 km), dan Bajulmati-Ketapang (29,2 km).
Baca Juga: Tol Prosiwangi Berbayar Mulai 14 Oktober, Ini Rincian Tarifnya!
Seksi 1 dan 2 sudah rampung dan memegang SLO, sementara seksi 3 sedang menjalani uji ULFO.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jalan tol bukan hanya infrastruktur transportasi saja, melainkan juga menjadi alat pemerataan pembangunan dan penguat ekonomi daerah.
Tol ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan tapal Kuda, juga melancarkan mobilitas warga di Jawa Timur agar lebih efisien.
Aksesnya juga terbuka ke kawasan industri, pusat distribusi, dan destinasi wisata unggulan di Banyuwangi dan sekitarnya.
Penulis: Yunita Wardatul Choiriyah
Editor : M. Ainul Budi