Radar Jember - Suasana duka mendalam dan ketidakpastian masih menyelimuti sejumlah sudut rumah di pelosok Jember.
Tragedi karamnya Kapal Motor Penumpang Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih meninggalkan luka menganga bagi keluarga para pekerja yang menggantungkan urat nadinya di rantau.
Hingga Senin malam (21/9), proses pencarian terhadap korban kapal nahas tersebut masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Baca Juga: ABK Asal Senduro Lumajang Diduga Jadi Korban Kapal Virgo Transport 8, Keluarga Jalani Tes DNA
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan perkembangan terbaru terkait ikhtiar pencarian para korban, khususnya warga Jember yang menggantungkan nasibnya dalam pelayaran tersebut.
"Operasi SAR gabungan tetap dilanjutkan dan diperpanjang selama 7 hari ke depan, hingga Sabtu, 26 September 2026. Saat ini merupakan hari ke-10 pencarian. Kami terus memantau setiap perkembangan dari lokasi," kata Edy Budi, saat memberikan keterangan terbukanya, Senin malam (21/9) waktu setempat.
Di antara ratusan penumpang KMP Virgo Transport 8, terdapat empat warga Jember yang hingga kini statusnya masih dalam pencarian.
Mereka bukan sekadar nama dalam lembaran manifest, tapi para pejuang keluarga—sopir dan kernet truk ekspedisi yang tengah menunaikan tugas demi menyambung hidup keluarga di rumah.
Berdasarkan rilis resmi BPBD Jember, keempat warga yang masih belum diketahui nasibnya tersebut meliputi: Niki Armi Minamri Robby, 34, warga Dusun Krajan 1, RT 04/RW 03, Desa Karangduren, Kecamatan Balung; sopir truk muatan ikan ekspedisi (Nopol P 8332 ED), beserta sang kernet, M. Abdul Rosyid, 30, warga Dusun Leces, RT 02/RW 06, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.
vBaca Juga: Firasat Istri Niki Asal Jember sebelum Naik Kapal Virgo: Tidak Usah ke Kalimantan!
Kemudian, Avejaya Ruddinka, 44, warga Dusun Krajan, RT 02/RW 03, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, kernet truk muatan paket ekspedisi BMT (Nopol AD 8807 NA); dan Mahmud Sahudi, 43, warga Dusun Krajan, RT 02/RW 15, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kernet truk muatan paket ekspedisi Riki (Nopol L 8655 NB).
"Hingga saat ini, belum ada penambahan data korban meninggal maupun selamat asal Jember. Jumlahnya masih tetap empat orang yang dalam proses pencarian," jelas Edy.
Lebih lanjut, guna mengantisipasi proses identifikasi korban, BPBD Jember bersama Pos SAR Jember dan Basarnas telah mendatangi rumah duka masing-masing korban.
Pada Senin (21/9), tim mendampingi pihak keluarga menuju RS Bhayangkara Bondowoso untuk dilakukan pengambilan sampel DNA.
"Sampel DNA dari keluarga korban telah diambil dan dikirimkan ke pusat melalui Pos SAR. Ini sebagai langkah antisipasi dan percepatan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim jika sewaktu-waktu ada jenazah korban yang ditemukan," kata Edy.
Secara keseluruhan, dari total 243 penumpang KMP Virgo Transport 8, sebanyak 120 orang telah berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Firasat Sang Ayah Usai Vidcall Terakhir dengan Niki, Korban Kapal Virgo Asal Jember
Rinciannya, 108 penumpang ditemukan dalam keadaan selamat dan 12 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 123 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Dari total korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sebelumnya, empat di antaranya merupakan warga Jawa Timur asal Pamekasan, Kediri, Surabaya, dan Malang, serta dua korban lainnya berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Jenazah para korban meninggal tersebut telah diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing.
Adapun dalam perkembangan operasi SAR pada hari Minggu dan Senin (21/9), tim gabungan kembali menemukan tiga jenazah baru di sekitar lokasi perairan.
Jenazah-jenazah tersebut kini tengah menjalani proses identifikasi mendalam oleh Tim DVI Polda Jatim. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh