RADAR JEMBER – Pemerintah tengah mematangkan sistem digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) berbasis kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI) melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sistem anyar ini ditargetkan meluncur (roll out) pada minggu ketiga Oktober 2026 mendatang.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan perubahan skema bertujuan menghadirkan keadilan bagi 50 juta warga penerima manfaat.
Bantuan akan disalurkan langsung ke rekening bank penerima.
"Pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat, ke bank account dari rakyat. Nah dengan begitu membawa keadilan kepada masyarakat kita," ujar Luhut saat konferensi pers, Kamis (10/9/2026).
Menurut Luhut, banyak masalah terkait bansos yang salah sasaran karena pengelompokan desil di lapangan tidak sederhana.
Baca Juga: Cair Tahap III! Ini Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Rp600 Ribu September 2026
Penyaluran bansos secara digital ini dapat memberantas masalah tersebut, seperti inclusion error (warga mampu yang malah dapat) atau exclusion error (warga miskin yang terlewat).
"Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil. Tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya, itu bisa teratasi. Makin lama, makin sedikit masalah," tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah merancang skema kupon digital untuk memastikan transparansi dan mencegah penyalahgunaan dana bantuan.
Luhut menekankan pentingnya pengawasan agar dana tersebut tidak dipakai untuk hal yang melanggar hukum.
"Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon, sehingga tidak boleh dibuat judi online, dia hanya mesti bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Ke depan nanti akan jadi market mechanism, membuat kita lebih transparan, lebih adil, dan kurang korupsi pasti karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," jelas Luhut.
Guna menyukseskan program ini, Luhut mengusulkan Gerakan Nasional Perlinsos lewat slogan "Peduli Rakyat, Peduli Tetangga".
Saat menggelar koordinasi bersama jajaran kepala daerah, Luhut memberikan instruksi krusial untuk memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif di tingkat bawah.
"Dalam pertemuan ini saya memberikan instruksi krusial: kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mengapa mereka? Karena aparat dan aparatur inilah ujung tombak negara yang sehari-hari berinteraksi langsung serta paling memahami kondisi warganya hingga tingkat tapak," terang Luhut saat rapat koordinasi pelaksanaan uji coba Perlinsos, Selasa (8/9/2026).
Saat ini, program uji coba (piloting) pendaftaran agen dan validasi sistem sudah berjalan di 215 kabupaten/kota.
Kesempatan menjadi Agen Perlinsos terbuka luas bagi ASN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat umum yang peduli lingkungan, hingga pelaku UMKM yang juga berpeluang mendapat rancangan insentif kemudahan kredit.
Tugas utama agen di lapangan adalah melakukan verifikasi data penerima bantuan agar tepat sasaran serta membantu mendaftarkan warga kurang mampu di sekitarnya yang belum terjangkau bansos.
Bagi warga atau aparatur yang ingin mendaftar sebagai Agen Perlinsos, langkahnya sangat mudah!
Calon agen cukup menginstal atau mengakses portal resmi di agent-perlinsos.kemensos.go.id melalui perangkat HP atau laptop yang terhubung internet.
Setelah membuka laman tersebut, ikuti panduan pendaftaran di layar dengan menginput data diri berbasis sistem integrasi Dukcapil.
Setelah proses selesai, agen bisa langsung beroperasi membantu pengecekan dan pendaftaran warga di lingkungannya.
Penulis: Sasta Rintis Rahmawati
Editor : M. Ainul Budi