Tol Prosiwangi Makin Dekat, Akankah Manfaat Ekonominya Sampai ke Warga Jember?

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:39 WIB
Penampakan salah satu ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) yang membentang di tengah area persawahan (Kementrian Pekerjaan Umum).
Penampakan salah satu ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) yang membentang di tengah area persawahan (Kementrian Pekerjaan Umum).

Radar Jember – Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) semakin mendekati tahap operasi.

Sejumlah ruas telah rampung, sementara segmen Gending-Kraksaan-Paiton direncanakan kembali difungsionalkan selama 14 hari.

Pembangunan tol tersebut membawa harapan baru bagi konektivitas dan perekonomian di kawasan Tapal Kuda, termasuk Kabupaten Jember.

Pertanyaannya, seberapa besar peluang tersebut bisa dimanfaatkan pelaku usaha di Jember?

Pembangunan Tol Prosiwangi memang tidak melewati wilayah Jember. 

Namun, keberadaan jaringan tol di kawasan sekitar dapat membuka akses yang lebih cepat menuju sejumlah daerah di sisi timur Jawa Timur.

Baca Juga: Truk Boleh Masuk Tol Prosiwangi, Tapi Jangan Coba-Coba Bawa Muatan Berlebih

Pemerintah sebelumnya menyebut Prosiwangi diharapkan mampu memperkuat konektivitas, memperlancar arus logistik, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan timur Jawa Timur.

Artinya, manfaat jalan tol tidak berhenti pada kendaraan yang melintas.

Ada potensi pergerakan barang, distribusi produk, kunjungan wisatawan, hingga aktivitas perdagangan yang ikut terdorong ketika konektivitas antardaerah semakin baik.

Bagi Jember, kondisi tersebut bisa menjadi peluang bagi sektor yang selama ini menjadi penggerak ekonomi daerah. 

Mulai dari produk pertanian, makanan olahan, UMKM, hingga sektor pariwisata.

Namun, akses tol saja belum otomatis membuat aktivitas ekonomi warga ikut meningkat.

Produk dari Jember tetap membutuhkan jalur distribusi yang efisien menuju simpul transportasi.

Pelaku UMKM juga perlu memiliki kapasitas produksi, kemasan, pemasaran, serta akses pasar yang mampu mengikuti terbukanya konektivitas baru.

Hal serupa berlaku untuk sektor pariwisata.

Jalur yang lebih cepat di kawasan Tapal Kuda berpotensi mempermudah mobilitas wisatawan. 

Tetapi, wisatawan tetap membutuhkan destinasi yang mudah diakses, fasilitas yang memadai, serta informasi dan layanan pendukung.

Karena itu, beroperasinya Prosiwangi bisa menjadi awal dari persoalan yang lebih besar bagi daerah-daerah di sekitarnya.

Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana konektivitas tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Untuk saat ini, segmen Gending-Kraksaan-Paiton direncanakan difungsionalkan selama 14 hari tanpa tarif.

Tanggal pasti pembukaan masih menunggu keputusan resmi pemerintah. Setelah masa fungsional, tarif tol akan ditetapkan pemerintah.

Dengan semakin dekatnya operasi Prosiwangi, Jember memiliki kesempatan untuk melihat pembangunan infrastruktur tersebut dari perspektif yang lebih luas.

Tol Prosiwangi diharapkan memperlancar mobilitas dan distribusi barang di kawasan Tapal Kuda, sehingga membuka peluang baru bagi perekonomian daerah.


 

Penulis: Maghda Fairuzzahra

Editor : M. Ainul Budi
tol situbondo Tol Probowangi Jember banyuwangi tol prosiwangi