Dituding Bawa Tema Satanic dalam Karnaval di Pekalongan, Kontingen Mengaku Tak Paham Makna Simbol

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:00 WIB
Tangkapan layar video Simbang Kulon Night Carnival di Pekalongan yang viral di media sosial. (SKNC)
Tangkapan layar video Simbang Kulon Night Carnival di Pekalongan yang viral di media sosial. (SKNC)

Radar Jember - Kontingen Gang 1 Simbang Kulon akhirnya angkat bicara meluruskan kontroversi aksi panggung serta kostum mereka pada gelaran Simbang Kulon Night Carnival 2026 yang mendadak viral lantaran dituding mengusung tema ritual satanic.

Perwakilan kontingen, Musa, menegaskan bahwa konsep tersebut murni menduplikasi pertunjukan dari Malang, termasuk seluruh kostum yang disewa langsung dari daerah tersebut.

Musa mengaku kelompoknya sama sekali tidak memahami makna simbolis pada kostum yang dikenakan dan sekadar ingin tampil unik.

Baca Juga: Kabin Luas Tampilan Sporty! Daihatsu Xenia 1.5 R ADS 2022 Bekas Harganya Jadi Segini

Pihaknya baru menyadari kesalahpahaman tersebut setelah atraksi mereka menuai sorotan tajam dari publik.

"Kebetulan kita menyewa kostum itu dari Malang. Terus kita mengambil action-nya di depan panggung itu dari kemarin yang dilakukan di Malang. Iya, kita cuma duplikat aja sih," ujar Musa sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @pekalonganinfo.

Ia menepis tuduhan bahwa kelompoknya sengaja menggiring opini publik ke arah aliran ritual tertentu. Menurutnya, konsep tersebut dipilih semata-mata karena dinilai beda dari kostum karnaval pada umumnya.

"Kita tidak ada istilahnya menjurus untuk menggiring opini bahwa kita melakukan satanic atau apa itu," tegasnya.

Baca Juga: Jelang Hari Kemerdekaan, PLN UP3 Jember Perkuat Keandalan Kelistrikan Tanpa Kedip untuk Sukseskan Jember Fashion Carnaval 2026

Musa menuturkan ketakutan kelompoknya saat mengetahui polemik yang terjadi di masyarakat. "Kita takut, ya. Padahal kita tidak tahu-menahu. Kita tidak tahu itu apa, itu kostum apa, kita tidak tahu. Cuma bikin heboh saja biar unik," ungkap Musa.

Lolos Tanpa Kurasi dan Duduk Perkara Properti Kepala Kambing

Mengenai lolosnya penampilan kontroversial tersebut, Musa membeberkan bahwa tidak ada proses pemeriksaan atau kurasi detail terhadap isi pertunjukan dari pihak penyelenggara.

Panitia sebatas menerima pendaftaran tema, sementara peserta menyewa kostum tanpa mendalami maknanya. Terkait isu penyembelihan kambing secara sadis di atas panggung, Musa meluruskan kronologi sebenarnya.

Panitia sebelumnya melarang penggunaan figur ogoh-ogoh dan mengarahkan peserta memilih tema satwa, sehingga kelompoknya membawa konsep naga menyerupai kambing. Ia membantah keras narasi adanya pemenggalan kambing secara brutal di hadapan penonton.

Baca Juga: Tembus Pasar JFC Dan BEC! Kreativitas Perajin Bondowoso Ini Banjir Ratusan Pesanan Ornamen Karnaval

Kepala kambing yang diangkat dalam atraksi merupakan properti yang dibeli dari pasar. Sementara itu, kambing hidup yang dibawa disembelih secara sah sesuai syariat oleh tenaga yang berkompeten, untuk dikonsumsi bersama selepas acara.

"Bukan kepalanya putus itu, bukan. Kita beli kepala kambing di pasar, terus ditaruh di dalam (peti, Red) seperti itu. Terus yang diangkat itu kepala kambing yang dibeli itu. Bukan kambing yang disembelih lalu diangkat. Penyembelihannya pakai ustad yang memang mumpuni di bidangnya," terang Musa.

Permohonan Maaf dan Tabayun dengan Panitia

Kontingen telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Pekalongan dan sekitarnya serta melakoni proses tabayun bersama panitia penyelenggara.

Musa menyatakan penyesalan mendalam atas ketidaktahuan kelompoknya hingga memicu kegaduhan publik.

"Kalau awalnya kita tidak menyadari, tidak tahu-menahu tentang kostum itu membawa apa. Tapi ketika ramai-ramai kita baru ngeh. Akhirnya kita menyesal betul," pungkasnya. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Festival Daerah! Menpar RI Sebut JFC 2026 Jadi Soft Power Diplomasi Budaya Indonesia Di Mata Dunia

Sebelumnya, ajang Simbang Kulon Night Carnival 2026 mendadak viral di jagat media sosial setelah salah satu kontingen menyajikan atraksi yang dinilai mirip ritual satanic.

Ruang publik kian geger menyusul kabar bahwa salah satu talent yang mengenakan kostum karakter tersebut dilaporkan meninggal dunia beberapa saat usai acara berlangsung.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
karnaval pelalongan karnaval satanic Simbang Kulon Night Carnival pekalongan Viral