Radar Jember - Arah pergerakan serta wilayah terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kini dapat dipantau secara online menggunakan platform berbasis citra satelit.
Akses data ini memudahkan publik memetakan potensi risiko di sekitar wilayah mereka secara cepat dan akurat.
Layanan pemantauan ini menyajikan pembaruan citra satelit secara berkala, didukung oleh rujukan informasi dari kanal resmi pemerintah.
Baca Juga: Tampil Impresif di Usia 40 Tahun, Vozinha Pertahankan Catatan Tanpa Kebobolan di Colo-Colo
Berikut langkah-langkah memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menggunakan smartphone:
1. Memantau via Laman Citra Satelit BMKG
Laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG menyediakan analisis visual berdasarkan integrasi data PVMBG dan VAAC Darwin. Informasi diperbarui secara berkelanjutan dengan penanda area khusus.
- Akses situs resmi Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG.
- Tentukan lokasi atau wilayah fokus pemantauan.
- Cermati data citra satelit paling mutakhir yang ditampilkan.
- Perhatikan poligon berwarna kuning yang menandai wilayah sebaran abu.
- Amati arah pergerakan serta zona yang berada dalam cakupan poligon.
Baca Juga: Terungkap! Hyundai Hillstate Sempat Ragukan Fisik Megawati Hangestri Pertiwi
2. Memanfaatkan Layanan NASA Worldview
Layanan interaktif NASA Worldview memungkinkan pengguna mengamati kondisi atmosfer dari atas secara fleksibel berdasarkan linimasa waktu.
- Buka platform NASA Worldview via peramban HP.
- Arahkan Peta ke area Selat Sunda atau koordinat Gunung Anak Krakatau.
- Pilih menu Add Layers guna mengaktifkan lapisan data citra.
- Tentukan opsi jenis citra satelit yang diinginkan.
- Atur tanggal dan jam pengamatan melalui bilah timeline.
- Bandingkan perubahan visual dari waktu ke waktu untuk melihat dinamika sebaran abu.
Baca Juga: KOVO Cup 2026: Ujian Berat Megawati Hangestri Bersama Hillstate Saat Tantang GS Caltex
3. Memantau Melalui Kanal Resmi Pemerintah
Rujukan berkala dari BMKG, Badan Geologi/PVMBG, dan BNPB/BPBD menyajikan informasi komprehensif mulai dari dinamika cuaca, status gunung api, hingga skema penanganan darurat.
- Buka portal atau akun media sosial resmi PVMBG, BMKG, serta BNPB/BPBD setempat.
- Cari pembaruan buletin atau rilis pers mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau.
- Pastikan stempel waktu penerbitan berita guna menghindari kabar kedaluwarsa.
- Patuhi seluruh panduan keselamatan dan imbauan teknis yang dikeluarkan otoritas.
Kondisi Sebaran Abu Anak Krakatau Terkini
Berdasarkan data citra satelit BMKG per Selasa, 8 September 2026 pukul 13.00 WIB melalui analisis RGB Himawari-9 (merujuk data PVMBG dan VAAC Darwin), material debu vulkanik terdeteksi terangkat hingga ketinggian 7.000 kaki (sekitar 2,1 kilometer).
Baca Juga: Panic Buying Bikin Konsumsi BBM Naik 25 Persen, Hiswana Migas Bongkar Penyebab Antrean SPBU Jember
Awan abu tersebut terpantau bergerak ke arah selatan-barat, melingkupi sebagian wilayah Banten bagian barat daya hingga perairan Samudra Hindia di sebelah barat daya Banten.
Mengingat pola sebaran sangat bergantung pada intensitas erupsi serta dinamika arah dan kecepatan angin, masyarakat yang tinggal atau tengah mengagendakan perjalanan di area terdampak diimbau terus memperbarui informasi dari lembaga berwenang secara berkala.
Editor : Imron Hidayatullahh