Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Online Lewat HP via BMKG dan NASA

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:26 WIB
(Dok. BMKG)
(Dok. BMKG)

Radar Jember - Arah pergerakan serta wilayah terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kini dapat dipantau secara online menggunakan platform berbasis citra satelit.

Akses data ini memudahkan publik memetakan potensi risiko di sekitar wilayah mereka secara cepat dan akurat.

Layanan pemantauan ini menyajikan pembaruan citra satelit secara berkala, didukung oleh rujukan informasi dari kanal resmi pemerintah.

Baca Juga: Tampil Impresif di Usia 40 Tahun, Vozinha Pertahankan Catatan Tanpa Kebobolan di Colo-Colo

Berikut langkah-langkah memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menggunakan smartphone:

1. Memantau via Laman Citra Satelit BMKG

Laman Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG menyediakan analisis visual berdasarkan integrasi data PVMBG dan VAAC Darwin. Informasi diperbarui secara berkelanjutan dengan penanda area khusus.

Baca Juga: Terungkap! Hyundai Hillstate Sempat Ragukan Fisik Megawati Hangestri Pertiwi

2. Memanfaatkan Layanan NASA Worldview

Layanan interaktif NASA Worldview memungkinkan pengguna mengamati kondisi atmosfer dari atas secara fleksibel berdasarkan linimasa waktu.

Baca Juga: KOVO Cup 2026: Ujian Berat Megawati Hangestri Bersama Hillstate Saat Tantang GS Caltex

3. Memantau Melalui Kanal Resmi Pemerintah

Rujukan berkala dari BMKG, Badan Geologi/PVMBG, dan BNPB/BPBD menyajikan informasi komprehensif mulai dari dinamika cuaca, status gunung api, hingga skema penanganan darurat.

Kondisi Sebaran Abu Anak Krakatau Terkini

Berdasarkan data citra satelit BMKG per Selasa, 8 September 2026 pukul 13.00 WIB melalui analisis RGB Himawari-9 (merujuk data PVMBG dan VAAC Darwin), material debu vulkanik terdeteksi terangkat hingga ketinggian 7.000 kaki (sekitar 2,1 kilometer).

Baca Juga: Panic Buying Bikin Konsumsi BBM Naik 25 Persen, Hiswana Migas Bongkar Penyebab Antrean SPBU Jember

Awan abu tersebut terpantau bergerak ke arah selatan-barat, melingkupi sebagian wilayah Banten bagian barat daya hingga perairan Samudra Hindia di sebelah barat daya Banten.

Mengingat pola sebaran sangat bergantung pada intensitas erupsi serta dinamika arah dan kecepatan angin, masyarakat yang tinggal atau tengah mengagendakan perjalanan di area terdampak diimbau terus memperbarui informasi dari lembaga berwenang secara berkala.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
erupsi gunung krakatau abu vulkanis BMKG gunung api gunung anak krakatau