Sempat Tertekan, Saham Bank Mandiri Turun 17,65 Persen Sejak Awal 2026

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Akibat blokir rekening nasabah, saham bank mandiri anjlok per hari ini. (JURNAS.com)
Akibat blokir rekening nasabah, saham bank mandiri anjlok per hari ini. (JURNAS.com)

RADAR JEMBER – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI masih berada dalam tekanan sepanjang 2026. 

Hingga perdagangan 24 Agustus 2026, saham BMRI tercatat turun sekitar 17,65 persen sejak awal tahun.

Pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, BMRI ditutup di level Rp4.200 per saham. 

Harga tersebut turun Rp20 atau sekitar 0,47 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

Dalam perdagangan hari yang sama, saham BMRI bergerak pada kisaran Rp4.170 hingga Rp4.220. 

Baca Juga: BLAK-BLAKAN! Bank Mandiri Akhirnya Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Mas Botok Aksi Donasinya

Tekanan tersebut terjadi ketika Bank Mandiri juga tengah menghadapi polemik mengenai rekening Supriyono alias Botok. 

Namun, penurunan saham BMRI tidak serta-merta dapat dikaitkan hanya dengan persoalan tersebut.

Data perdagangan menunjukkan saham BMRI memang telah mengalami tekanan sebelum polemik rekening tersebut mencuat. 

Sejak awal tahun, penurunannya mencapai 17,65 persen, sedangkan dalam enam bulan terakhir tercatat turun sekitar 20,38 persen. 

Dari sisi fundamental, analis juga masih melihat kinerja perbankan besar tetap berada dalam jalur pertumbuhan. 

Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam riset 9 Agustus 2026 menyebut kinerja beberapa bank besar, termasuk Bank Mandiri, masih sesuai ekspektasi.

“Kinerja BBCA, BMRI dan BBNI sudah sesuai dengan ekspektasi kami,” kata Jeffrosenberg dalam riset yang dikutip Kontan pada 24 Agustus 2026. 

Dengan demikian, tekanan terhadap saham BMRI perlu dilihat secara lebih luas. 

Sentimen pasar, kondisi sektor perbankan, fundamental perusahaan, serta isu reputasi dapat menjadi faktor yang diperhatikan investor.

Polemik rekening nasabah juga menjadi sentimen tambahan yang patut dicermati. 

Namun, belum tepat menyimpulkan seluruh penurunan saham BMRI sepanjang 2026 disebabkan oleh persoalan tersebut.

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

 

Editor : M. Ainul Budi
rekening bank mandiri boikot bank mandiri kasus bank mandiri saham bank mandiri BANK MANDIRI