RADAR JEMBER - Gelombang polemik pemblokiran rekening milik warga dan aktivis Pati rupanya mulai memberikan tekanan nyata ke pasar modal.
Pergerakan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI dilaporkan merosot dan terkoreksi, yang diduga kuat ikut terdampak oleh persepsi publik serta dinamika isu pemblokiran tersebut.
Sentimen negatif yang berkembang di tengah masyarakat tampaknya langsung direspons oleh para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga memicu pergerakan melemah pada saham bank pelat merah tersebut.
Baca Juga: OJK Buka Suara Usai Bank Mandiri Disorot, Ungkap Aturan Main yang Bikin Heboh
Koordinator AMPB, Teguh Istianto mengatakan rekening tersebut digunakan untuk menampung donasi masyarakat. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp80 juta dan diperuntukkan bagi kebutuhan peserta aksi.
Menanggapi polemik tersebut, Bank Mandiri menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait penanganan rekening Supriyono.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Bank Mandiri melalui kolom komentar akun Instagram resminya pada Minggu (23/8/2026). Bank Mandiri menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Bank Mandiri Ketakutan, Logo Raksasa Dicopot Agar Terhindar Amukan Massa
“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri dalam keterangannya di Instagram.
Sentimen Publik Tekan Pergerakan BMRI
Kasus penundaan transaksi dan pemblokiran rekening yang menyita perhatian nasional ini tak hanya memicu perdebatan di ranah hukum dan perbankan, tetapi juga menjalar hingga ke lantai bursa.
Para pelaku pasar cenderung merespons cepat setiap perkembangan isu yang melibatkan reputasi serta operasional lembaga keuangan besar.
Meskipun fundamental perbankan tetap kokoh, tekanan dari persepsi masyarakat dan riak media massa terbukti menjadi pemicu aksi lepas saham oleh sebagian investor yang menantikan kepastian serta penyelesaian polemik tersebut.
Pasar Nantikan Kepastian Hukum dan Klarifikasi
Dampak penurunan saham BMRI ini menjadi cerminan betapa sensitifnya pergerakan emiten perbankan terhadap isu kepatuhan dan pelayanan nasabah.
Kini, perhatian investor dan pengamat pasar keuangan tertuju pada langkah penanganan serta klarifikasi lanjutan dari pihak manajemen maupun regulator guna meredam gejolak sentimen negatif di pasar modal.
Editor : M. Ainul Budi