RADAR JEMBER – Lolos Program Magang Nasional Angkatan II Batch I menjadi kabar yang ditunggu banyak lulusan perguruan tinggi. Namun, setelah nama dinyatakan lolos, perjuangan belum selesai.
Sebanyak 46.160 peserta mulai menjalani program magang pada 10 Agustus 2026.
Sebelum datang ke tempat magang untuk pertama kali, ada sejumlah hal yang perlu dipastikan agar peserta tidak kebingungan saat mulai bekerja.
Baca Juga: Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Siapa yang Masih Boleh Daftar? Ini Syaratnya
1. Pastikan lokasi dan jadwal magang
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kembali nama perusahaan atau instansi, lokasi penempatan, posisi, jam masuk, serta kontak pihak yang dapat dihubungi.
Informasi tersebut penting agar peserta tidak salah lokasi atau terlambat pada hari pertama. Jika ada informasi yang belum jelas, peserta sebaiknya menghubungi pihak penyelenggara atau mentor sebelum jadwal mulai magang.
2. Cek kembali data administrasi
Peserta juga perlu memastikan data yang digunakan dalam program sudah benar, terutama data identitas dan rekening.
Kemnaker sebelumnya mengingatkan peserta yang telah memasukkan nomor rekening agar memastikan rekening tersebut aktif, karena nomor rekening yang sudah dikirim tidak dapat diubah sewaktu-waktu. Hal ini penting karena peserta memperoleh uang saku selama mengikuti program.
3. Kenali perusahaan dan posisi yang dipilih
Datang ke tempat kerja tanpa mengetahui apa yang akan dikerjakan dapat membuat hari pertama terasa lebih sulit.
Baca Juga: Gagal Lolos Magang Nasional Batch 1? Jangan Panik, 50 Ribu Kuota Baru Dibuka Bulan Depan
Karena itu, peserta sebaiknya mempelajari terlebih dahulu profil perusahaan atau lembaga, bidang usaha, posisi yang ditempati, serta gambaran tugasnya.
Persiapan sederhana ini dapat membantu peserta lebih mudah beradaptasi ketika mendapatkan arahan dari mentor.
4. Siapkan kebutuhan untuk hari pertama
Tidak kalah penting, siapkan kebutuhan praktis sejak malam sebelumnya. Mulai dari pakaian yang sesuai dengan aturan tempat kerja, identitas diri, alat tulis, dokumen yang mungkin diminta, hingga transportasi menuju lokasi.
Peserta juga sebaiknya mencari tahu rute perjalanan dan memperkirakan waktu tempuh agar dapat tiba lebih awal.
5. Pahami hak selama mengikuti program
Peserta Magang Nasional tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, Program ini juga memberikan uang saku selama enam bulan yang mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota sesuai lokasi mitra penyelenggara.
Peserta juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca Juga: Pernikahan Mewah di Jawa Tengah Maharnya Capai Rp 2 Miliar
Memahami hak tersebut penting agar peserta mengetahui fasilitas yang memang diberikan selama mengikuti program.
6. Jangan hanya mengejar sertifikat
Hal terakhir yang perlu disiapkan justru bukan barang, melainkan sikap selama enam bulan. Program Magang Nasional dirancang untuk memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi peserta.
Karena itu, peserta sebaiknya aktif bertanya kepada mentor, mencatat pekerjaan yang dipelajari, menjaga kedisiplinan, dan membangun hubungan profesional dengan rekan kerja.
Peserta yang menyelesaikan program juga memperoleh sertifikat magang dan berkesempatan mengikuti uji sertifikasi kompetensi melalui BNSP. Dengan persiapan tersebut, hari pertama magang tidak perlu menjadi momen yang membuat gugup.
Setelah berhasil melewati persaingan yang ketat untuk mendapatkan salah satu dari 46.160 posisi pada Batch I, enam bulan berikutnya dapat dimanfaatkan untuk sebanyak mungkin belajar, membangun pengalaman, dan mengembangkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh