RADAR JEMBER – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyiapkan Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch II yang ditargetkan dibuka pada September 2026.
Pemerintah menyediakan kuota sekitar 50 ribu peserta untuk gelombang kedua, setelah pelaksanaan Batch I dimulai pada 10 Agustus 2026. Pendaftaran peserta direncanakan berlangsung sekitar pertengahan September.
Kepastian mengenai jadwal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah.
Baca Juga: Gagal Lolos Magang Nasional Batch 1? Jangan Panik, 50 Ribu Kuota Baru Dibuka Bulan Depan
“Kita targetkan nanti di bulan depan di September, sekitar pertengahan September kita akan mulai lagi untuk running untuk yang batch kedua,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut pembukaan ditargetkan sekitar 20 September dengan kuota 50 ribu peserta.
Lantas, siapa yang masih berpeluang mendaftar? Berdasarkan persyaratan Program Magang Nasional Angkatan 2, peserta ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki NIK.
Lulusan D3, D4, S1, atau pendidikan profesi, serta berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga: Pernikahan Mewah di Jawa Tengah Maharnya Capai Rp 2 Miliar
Calon peserta juga harus memiliki masa kelulusan maksimal satu tahun saat mendaftar, dihitung dari tanggal penerbitan ijazah.
Khusus lulusan pendidikan profesi, sertifikat profesi dapat diterbitkan paling lama dua tahun setelah ijazah diploma atau sarjana.
Selain itu, calon peserta perlu memperhatikan ketentuan bahwa program ini tidak ditujukan bagi mereka yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai peserta Program Pemagangan Nasional.
Artinya, bagi lulusan yang belum pernah ditetapkan sebagai peserta, masih berada dalam batas masa kelulusan, dan memenuhi persyaratan administrasi, Batch II dapat menjadi kesempatan untuk kembali mencoba.
Calon peserta juga harus mampu mengikuti program magang yang berlangsung selama enam bulan. Dokumen yang perlu disiapkan antara lain KTP, ijazah asli, transkrip nilai, pasfoto terbaru, dan curriculum vitae (CV).
Sertifikat pendukung atau surat pengalaman kerja dapat dilampirkan jika tersedia. Calon peserta juga perlu memastikan data kependudukan dan pendidikan sesuai karena Kemnaker melakukan pemadanan data dengan PDDikti, Dukcapil, serta data ASN.
Pada Batch I, ketidaksesuaian data NIK, data pendidikan, atau status tertentu dapat menyebabkan pendaftar berstatus tidak eligible.
Baca Juga: Kebakaran Karhutla di Bromo Tembus 800 Hektar
Peluang pada Batch II diperkirakan tetap kompetitif. Pada Batch I, Kemnaker mencatat 732.483 orang mendaftar, tetapi hanya 46.160 peserta yang akhirnya ditetapkan mengikuti program.
Karena itu, calon pendaftar yang masih memenuhi syarat sebaiknya mulai memperbarui profil SIAPkerja, memastikan data pendidikan telah tercatat dengan benar, serta menyiapkan dokumen sebelum pendaftaran Batch II dibuka.
Jadwal resmi dan posisi magang yang tersedia tetap perlu dipantau melalui kanal resmi Kemnaker dan MagangHub karena pendaftaran peserta Batch II baru ditargetkan berlangsung pada September.
Penulis ; Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh