Dilarang Bawa Pulang Makanan MBG ke Rumah, BGN Ungkap Bahaya Tersembunyi yang Mengintai!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:41 WIB
GRATIS: Menu MBG di salah satu sekolah disajikan dengan cukup baik. M SIDKIN ALI/RADAR JEMBER
GRATIS: Menu MBG di salah satu sekolah disajikan dengan cukup baik. M SIDKIN ALI/RADAR JEMBER

Radar Jember - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membeberkan alasan utama di balik kebijakan melarang siswa membawa pulang santapan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke rumah.

Sudaryono menjelaskan bahwa menu MBG yang dibawa pulang sangat berisiko mengalami penurunan kualitas. Hal ini terjadi karena kondisi penyimpanan makanan sudah di luar jangkauan pengawasan pihak penyelenggara program.

"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," kata Sudaryono dalam siaran pers, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Gaji, Ini 5 Hal yang Masih Jadi Tanda Tanya bagi PPPK Paruh Waktu

Menurut penjelasannya, kelayakan makanan setelah dibawa pulang sulit dipastikan. Risiko keracunan otomatis meningkat apabila makanan tersebut rusak karena sudah melewati batas waktu aman konsumsi.

"Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," ujar Sudaryono.

Temuan Kasus Orang Tua Ikut Keracunan

Lebih lanjut, Sudaryono mengungkapkan adanya temuan di mana orang tua siswa turut menjadi korban keracunan akibat menyantap makanan MBG yang dibawa pulang oleh anaknya.

"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ungkap dia.

Baca Juga: Jika PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi ASN Pusat, Siapa yang Bayar Gajinya? Ini Hitung-hitungan Pemerintah

Oleh sebab itu, BGN meminta peran aktif pihak sekolah serta para tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menyantap makanan MBG sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Sudaryono menegaskan bahwa indikator keberhasilan program MBG tak sekadar terpenuhinya gizi peserta didik, tetapi juga jaminan aspek keamanan pada makanan yang dikonsumsi.

"Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi," kata Sudaryono.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
kepala bgn Mbg MBG Basi Makan Bergizi Gratis BGN