Radar Jember - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara menanggapi ulah oknum tenaga kesehatan (nakes)—yang diduga sebagian masih berstatus pelajar—karena melontarkan komentar nirempati terhadap pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia.
Pasien tersebut sebelumnya sempat mengeluhkan lamanya proses untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.
Budi menegaskan bahwa Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkes saat ini telah diterjunkan langsung untuk mengusut dan mengaudit kasus tersebut.
Baca Juga: Kasus Yurizal Picu Perhatian Publik, Begini Cara Melaporkan Keluhan Pelayanan BPJS Secara Resmi
Atas dasar itu, Budi belum berspekulasi mengenai jenis sanksi yang bakal dijatuhkan kepada para nakes yang terlibat.
"Nah, untuk tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar. Ya, ada yang satu yang saya dengar statusnya masih pelajar. Sekarang tim dari Irjen sudah saya minta untuk turun mengaudit. Harusnya dalam minggu ini nanti sudah ada hasilnya," ungkap Budi di Istana, Jakarta, Kamis (6/8/2026) malam.
"Ya, nanti kita lihat dulu hasilnya seperti apa. Kan bagus kita cek dulu masalahnya seperti apa," sambungnya.
Budi tak menutupi rasa prihatin dan sedihnya saat mendapati nakes—yang sejatinya merupakan pelayan publik—justru bersikap tak berempati kepada pasien.
Baca Juga: Tak Hanya Norma dan dr. Benny, Ini Deretan Nakes yang Sudah Minta Maaf usai Kasus Yurizal Viral
Ia mengimbau seluruh nakes untuk selalu mengedepankan kepedulian dalam menjalankan profesinya.
"Saya sedih sekali, melihat tenaga kesehatan dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya. Yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati. Kasihan pasien-pasien kita kalau kita nirempati seperti itu," imbuh Budi.
Bermula dari Unggahan Keluhan di Media Sosial
Kasus ini bermula dari curhatan pasien pemilik akun Threads, Yurizal Tri Chaerawan, pada Rabu (22/7/2026).
Dalam unggahannya, ia mengaku telah menanti hingga delapan jam tanpa kepastian ruang perawatan, meski ia sengaja tidak membeberkan nama rumah sakit tempatnya berobat.
"Gmau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis akun tersebut, sebagaimana dikutip Radar Jember, Jumat (7/8/2026).
Sayangnya, unggahan tersebut justru dibanjiri beragam respons miring dari pengguna Threads. Sejumlah komentar dari akun-akun yang diduga milik nakes mendadak disorot warganet karena dinilai sangat menyudutkan dan minim rasa empati.
"PP-nya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cells," tulis salah satu akun yang diduga berprofesi sebagai dokter.
Komentar bernada serupa juga muncul dari akun lain yang disinyalir milik seorang perawat. Sontak, deretan respons nirempati tersebut memantik kecaman luas dari warganet karena dianggap melanggar etika profesi dan tidak menghargai duka keluarga pasien.
Editor : Imron Hidayatullahh