RADAR JEMBER - Nama dr. Benny Christian Sihombing menjadi perhatian publik setelah komentarnya terhadap unggahan pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, di media sosial Threads viral dan menuai kritik.
Sorotan semakin besar setelah Yurizal meninggal dunia, sehingga komentar yang sebelumnya ditulis Benny kembali ramai diperbincangkan.
Dalam unggahan tersebut, Yurizal mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan, namun memilih tidak menyebut nama rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan sejumlah media, dr. Benny Christian Sihombing merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Ia menjadi salah satu tenaga medis yang disorot karena memberikan tanggapan terhadap keluhan Yurizal.
Salah satu komentarnya menyebut, "Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Nggak ada hubungannya sama BPJS atau nggak."
Komentar lain yang berbunyi, "Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," memicu kecaman luas karena dinilai tidak mencerminkan empati terhadap pasien.
Di tengah gelombang kritik, Benny akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di media sosial.
Baca Juga: Sosok Norma Zahara, Nakes yang Jadi Sorotan usai Komentar kepada Pasien BPJS Yurizal Viral
Ia mengaku bersalah atas komentar yang ditulisnya dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yurizal.
"Saya Benny Christian Sihombing ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial, di Threads," ujarnya.
Ia juga menegaskan bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang dibuatnya. "Dan jika nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara," tambahnya.
Tak hanya meminta maaf, Benny menyatakan siap menerima seluruh konsekuensi atas tindakannya.
Ia mengatakan tidak akan menghapus komentar maupun mengunci akun media sosialnya sebagai bentuk tanggung jawab.
"Saya menerima konsekuensi dari rumah sakit, dari IDI ataupun instansi lainnya. Instagram saya tidak akan saya private dan komentar-komentar juga tidak akan saya hapus," kata Benny.
Ia juga menegaskan tidak bermaksud memberikan pembelaan atas perbuatannya dan hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta rekan sejawat.
Kasus yang menyeret nama dr. Benny Christian Sihombing kini turut menjadi perhatian Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).
KKI menyatakan proses penelusuran terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diduga terlibat tetap berjalan meskipun sebagian di antaranya telah menyampaikan permintaan maaf.
Peristiwa ini sekaligus memicu diskusi publik mengenai pentingnya etika profesi dan sikap empati tenaga kesehatan, termasuk dalam berinteraksi di media sosial, karena jejak digital dapat menimbulkan konsekuensi etik maupun disiplin profesi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh