Jembatan Baru di Lintas Jember–Kalisat Perkuat Keselamatan dan Dukung Pertumbuhan Mobilitas Masyarakat

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Jembatan BH 312 Petak Jalan Rel Arjasa - Kotok (Arsip : Humas 14/1)
Jembatan BH 312 Petak Jalan Rel Arjasa - Kotok (Arsip : Humas 14/1)

RADAR JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menyambut baik pelaksanaan uji fungsi Jembatan BH 307 dan BH 312 di petak jalan rel Arjasa–Kotok yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian.

Pengujian tersebut merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung perjalanan kereta api yang semakin aman, andal, dan nyaman.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa peningkatan kualitas prasarana menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: Lebih dari 156 Ribu Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi Kereta Api di Daop 4 Semarang

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Kami mengapresiasi DJKA yang terus meningkatkan kualitas infrastruktur melalui pembangunan dan pengujian jembatan. Infrastruktur yang semakin andal akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan serta mendukung operasional kereta api yang lebih optimal," ujar Cahyo.

Lintas Jember–Ketapang merupakan salah satu jalur strategis di wilayah Daop 9 Jember dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Dari total 30 frekuensi perjalanan kereta api setiap hari di wilayah Daop 9 Jember, sebanyak 24 frekuensi perjalanan melintasi lintas Jember–Ketapang.

Kondisi tersebut menjadikan keandalan infrastruktur sebagai faktor yang sangat penting untuk menjaga keselamatan, kelancaran, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Baca Juga: KAI Daop 9 Jember Catat Peningkatan Penumpang Lansia dan Difabel pada Semester I 2026, Bukti Layanan Transportasi Semakin Inklusif

Keandalan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Hal tersebut tercermin dari kinerja KAI Daop 9 Jember pada Semester I 2026 yang melayani 3.511.004 pelanggan, meningkat 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 3.306.801 pelanggan.

Di sektor angkutan barang, KAI Daop 9 juga mencatat pertumbuhan 19,2 persen pada layanan Barang Hantaran Paket (BHP) Retail, dari 7.465 ton menjadi 8.895 ton. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus andal dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.

Menurut Cahyo, hadirnya infrastruktur yang semakin modern tidak hanya memberikan manfaat bagi operasional kereta api, tetapi juga membawa dampak positif yang lebih luas bagi pembangunan daerah.

"Kelancaran perjalanan kereta api akan memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang, serta meningkatkan akses menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Daop 9 Jember, khususnya Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi. Pada akhirnya, kondisi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata," jelas Cahyo.

Sebagai operator perkeretaapian, KAI Daop 9 Jember berkomitmen menjaga keandalan prasarana melalui inspeksi dan perawatan secara berkala yang didukung oleh SDM perawatan yang kompeten dan secara periodik mengikuti uji kompetensi sesuai standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya KAI dalam memastikan keselamatan dan keandalan operasional kereta api tetap terjaga.

Editor : M. Ainul Budi
jembatan jember Jember Berita Jember PT KAI daop 9