Pemerintah Kejar Operasional 35 Ribu Kopdes, Tantangan Besarnya Baru Dimulai

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:33 WIB
Pemerintah menggelar uji coba penyaluran bansos PKH dan BPNT di 900 Kopdes Merah Putih guna mendekatkan layanan pencairan bantuan kepada masyarakat. (foto diolah dengan AI)
Pemerintah menggelar uji coba penyaluran bansos PKH dan BPNT di 900 Kopdes Merah Putih guna mendekatkan layanan pencairan bantuan kepada masyarakat. (foto diolah dengan AI)

 

RADAR JEMBER - Pemerintah menargetkan sebanyak 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus 2026. 

Meski pembangunan fisik hampir selesai, tantangan terbesar justru berada pada tahap operasional, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga tata kelola koperasi. 

Saat ini pemerintah tengah menyelesaikan penempatan pengelola koperasi serta penyusunan regulasi operasional agar ribuan Kopdes dapat berjalan secara profesional.

Baca Juga: Subsidi Pupuk hingga LPG Bakal Lewat Kopdes, Warga Desa Siap Nikmati Layanan Baru

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan tahap pertama hampir selesai.

“Kopdes ini sudah hampir rampung sebanyak 35.872. Insya Allah di bulan Agustus bisa selesai, ini tahun ini. Jadi tahun ini kira-kira 35.872 itu yang kita selesaikan. Kita akan penempatan orang-orang dan tentu agar ini bisa berjalan dengan baik. Tahun depan akan kita rencanakan kembali,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai pemerintah akan berfokus pada penempatan sumber daya manusia agar koperasi dapat beroperasi secara optimal.

“Sudah akan dibikin tim langsung dipimpin oleh Pak Tatang, Deputi Menko Pangan, untuk menyelesaikan perpres yang inisiatifnya nanti dari Menteri Koperasi dan Menteri Desa. Dikasih target satu bulan ini selesai sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik,” kata Zulhas.

Baca Juga: Satu Lagi Gugur, Korban Pelatihan Calon Manajer KDMP Menjadi Empat

Meski optimistis target dapat tercapai, sejumlah pengamat menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas pengelolaan, transparansi keuangan, digitalisasi layanan, serta kemampuan koperasi menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, Kopdes Merah Putih diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa sekaligus memperkuat distribusi barang kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok Indonesia.

 

Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy

Editor : M. Ainul Budi
manajer kdmp KDMP KDKMP Kopdes Koperasi Merah Putih