RADAR JEMBER - Ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi pada Agustus 2026 diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi desa.
Petani, nelayan, hingga pelaku UMKM diperkirakan menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat dari program tersebut.
Pemerintah menargetkan sebanyak 35.872 Kopdes selesai dibangun pada tahun ini.
Selain menjadi pusat distribusi barang bersubsidi, koperasi juga akan berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi masyarakat desa.
Melalui mekanisme tersebut, hasil panen petani diharapkan memiliki kepastian pasar sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada tengkulak.
Baca Juga: Subsidi Pupuk hingga LPG Bakal Lewat Kopdes, Warga Desa Siap Nikmati Layanan Baru
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan koperasi akan membeli hasil panen masyarakat sesuai kebijakan pemerintah.
“Maka koperasi harus membeli Rp6.500. Itu dia berfungsi sebagai offtaker,” kata dia.
Menurut pemerintah, skema tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Satu Lagi Gugur, Korban Pelatihan Calon Manajer KDMP Menjadi Empat
Di sisi lain, pelaku UMKM desa juga memperoleh peluang lebih besar untuk memasarkan produknya melalui jaringan koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, Kopdes diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing produk lokal.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi