RADAR JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 156.356 pelanggan lanjut usia (lansia) telah memanfaatkan tarif reduksi sebesar 20 persen selama periode Januari hingga Juni 2026. Tingginya pemanfaatan program ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat lansia terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa program tarif reduksi ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus kepedulian KAI kepada pelanggan lansia agar tetap dapat melakukan perjalanan dengan lebih hemat tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan.
"Pelanggan yang telah berusia 60 tahun atau lebih berhak memperoleh tarif reduksi sebesar 20 persen untuk perjalanan menggunakan kereta api komersial yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus mendorong masyarakat lansia untuk semakin memanfaatkan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan," ujar Luqman.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2025 jumlah penduduk Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 33,94 juta jiwa atau sekitar 11,9 persen dari total penduduk. Seiring meningkatnya angka harapan hidup, berakhirnya bonus demografi, serta berkembangnya tren aging society, jumlah penduduk lanjut usia diperkirakan akan terus meningkat. Kondisi tersebut akan memberikan dampak pada berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, hingga budaya dan politik.
Untuk memperoleh tarif reduksi, pelanggan lanjut usia cukup melakukan registrasi data identitas yang menunjukkan usia minimal 60 tahun. Registrasi hanya perlu dilakukan satu kali dan dapat dilakukan melalui loket maupun layanan Customer Service di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan dan Stasiun Cepu. Setelah proses registrasi selesai, pelanggan dapat menikmati tarif reduksi pada setiap pembelian tiket sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui aplikasi Access by KAI, situs web KAI, maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 156.356 pelanggan lansia telah memanfaatkan tarif reduksi untuk perjalanan kereta api. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78.247 pelanggan berangkat dan 78.109 pelanggan tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang. Tingginya pemanfaatan tarif reduksi ini menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya pelanggan lanjut usia di wilayah Daop 4 Semarang, sekaligus meningkatnya pemanfaatan program tarif reduksi yang disediakan KAI.
Berdasarkan data hingga Juni 2026, Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan lanjut usia yang paling banyak memanfaatkan tarif reduksi sebesar 20 persen di wilayah Daop 4 Semarang, yakni mencapai 70.291 pelanggan. Selanjutnya disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 32.303 pelanggan, Stasiun Tegal sebanyak 20.101 pelanggan, Stasiun Pekalongan sebanyak 16.328 pelanggan, Stasiun Pemalang sebanyak 5.380 pelanggan, serta Stasiun Cepu sebanyak 5.294 pelanggan.
Selain memberikan tarif yang lebih ekonomis, KAI juga terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan lansia melalui penyediaan berbagai fasilitas yang ramah lansia, baik di stasiun maupun di atas kereta. Fasilitas tersebut antara lain kemudahan akses menuju area keberangkatan, ruang tunggu yang nyaman, bantuan petugas bagi pelanggan yang membutuhkan, serta layanan informasi yang semakin mudah diakses.
KAI Daop 4 Semarang mengimbau pelanggan lansia untuk melakukan registrasi tarif reduksi sebelum melakukan pemesanan tiket agar proses pembelian menjadi lebih praktis. KAI juga mengajak keluarga untuk turut menginformasikan dan mendampingi orang tua maupun kerabat lansia dalam memanfaatkan fasilitas ini sehingga perjalanan menjadi lebih hemat dan nyaman.
"Kami berharap semakin banyak pelanggan lansia yang memanfaatkan program tarif reduksi ini. KAI akan terus menghadirkan layanan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan seluruh pelanggan, sehingga kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan," tutup Luqman.
Editor : M. Ainul Budi