KAI Daop 9 Jember Catat Peningkatan Penumpang Lansia dan Difabel pada Semester I 2026, Bukti Layanan Transportasi Semakin Inklusif

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:00 WIB
KAI Daop 9 Jember Catat Peningkatan Penumpang Lansia dan Difabel pada Semester I 2026, Bukti Layanan Transportasi Semakin Inklusif (HUMAS DAOP 9)
KAI Daop 9 Jember Catat Peningkatan Penumpang Lansia dan Difabel pada Semester I 2026, Bukti Layanan Transportasi Semakin Inklusif (HUMAS DAOP 9)

RADAR JEMBER - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat tren positif pada layanan angkutan bagi penumpang lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas (difabel) selama Semester I Tahun 2026.

Peningkatan jumlah pelanggan dari kedua kelompok tersebut menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh kalangan.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT KAI Daop 9 Jember melayani sebanyak 45.607 penumpang lansia, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 37.178 penumpang. Sementara itu, jumlah penumpang difabel juga menunjukkan tren yang tetap positif.

Baca Juga: 34 Perjalanan KA Keberangkatan Awal Daop 4 Semarang Nyaris 100 Persen Tepat Waktu pada Semester I 2026

Pada Semester I 2025, KAI Daop 9 Jember melayani 393 penumpang difabel, sedangkan pada Semester I 2026 jumlahnya tercatat sebanyak 396 penumpang. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat penyandang disabilitas untuk menggunakan layanan kereta api tetap terjaga dan cenderung stabil, sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi yang semakin ramah, aman, dan mudah diakses bagi seluruh pelanggan.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi seluruh pelanggan tanpa terkecuali.

"Peningkatan jumlah penumpang lansia maupun difabel merupakan hal yang sangat positif. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia dan penyandang disabilitas. KAI Daop 9 Jember akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, mudah diakses, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pelanggan," ujar Cahyo.

Baca Juga: Tingkatkan Safety Culture, KAI Daop 7 Madiun Tinjau Jalur Blitar–Talun Sekaligus Progres Gardu JPL Baru

Berdasarkan data Semester I 2026, Stasiun Jember menjadi stasiun dengan jumlah penumpang difabel terbanyak, yaitu mencapai 166 penumpang selama periode Januari hingga Juni 2026. Sementara itu, Stasiun Ketapang menempati posisi kedua dengan melayani 64 penumpang difabel pada periode yang sama.

Tidak hanya itu, Stasiun Jember juga menjadi stasiun yang melayani penumpang lansia paling banyak. Pada Semester I Tahun 2025, jumlah penumpang lansia di Stasiun Jember tercatat sebanyak 14.577 penumpang, kemudian meningkat 13 persen menjadi 16.213 penumpang pada Semester I Tahun 2026.

Adapun Stasiun Banyuwangi Kota menjadi stasiun kedua terbanyak yang melayani penumpang lansia. Selama Semester I Tahun 2026, tercatat sebanyak 9.478 penumpang lansia menggunakan layanan di stasiun tersebut atau meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 7.065 penumpang.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, KAI Daop 9 Jember terus meningkatkan berbagai fasilitas yang mendukung mobilitas penumpang lansia maupun difabel di seluruh stasiun. Berbagai fasilitas seperti guiding block , bancik (tangga bantu penumpang), serta kursi prioritas telah tersedia untuk memberikan kemudahan sekaligus menjamin keselamatan dan keamanan pelanggan selama berada di area stasiun.

Selain itu, pada setiap rangkaian kereta api juga telah disediakan kursi prioritas bagi penumpang lansia dan difabel yang ditempatkan di bagian ujung gerbong penumpang. Penempatan tersebut bertujuan agar pelanggan lebih mudah memperoleh akses menuju pintu keluar saat proses naik maupun turun dari kereta sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok pelanggan yang membutuhkan perhatian khusus, KAI juga memberikan reduksi tarif sebesar 20 persen bagi penumpang lansia dan penyandang disabilitas. Untuk memperoleh fasilitas tersebut, pelanggan dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui Customer Service di stasiun dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Program reduksi tarif ini dihadirkan sebagai upaya KAI untuk semakin mempermudah mobilitas masyarakat lansia dan difabel, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Selain terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan, KAI juga memberikan reduksi tarif sebesar 20 persen bagi pelanggan lansia dan penyandang disabilitas yang telah terdaftar sesuai ketentuan. Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kemudahan akses transportasi kepada seluruh masyarakat. Kami berharap semakin banyak lansia maupun penyandang disabilitas yang dapat memanfaatkan layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan inklusif," tutup Cahyo.

KAI Daop 9 Jember juga mengimbau kepada seluruh pelanggan, khususnya penumpang lansia dan difabel, agar senantiasa berhati-hati selama berada di area stasiun maupun ketika melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Apabila mengalami gangguan kesehatan atau memerlukan bantuan khusus, pelanggan diharapkan segera menghubungi petugas. Seluruh petugas KAI siap memberikan pelayanan serta memprioritaskan kebutuhan penumpang lansia dan difabel agar perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

 

Editor : M. Ainul Budi
Jember Berita Jember PT KAI Difabel Jember Hari Ini