Geger Dituding Mundur Karena Kasus Hukum, Nanik S Deyang Buka Suara Soal Penyakit dan Curhat ke Dasco!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:45 WIB
Nanik S. Deyang menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman/am)
Mantan Kepala BGN, Nanik S. Deyang. (ANTARA/Fathur Rochman/am)

Radar Jember - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyayangkan maraknya spekulasi dan berita "liar" terkait alasannya mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, Nanik menegaskan bahwa keputusannya murni didasari oleh kondisi kesehatannya yang sedang memburuk.

"Sehari kemarin kok berita berkembang demikian liar, saya hitung (yang ketemu, Red) ada 3 media mainstream yang ngarang berita," ujar Nanik lewat akun Facebook pribadinya, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Datang! Banyak Penonton Baru Sadar JFC 2026 Bukan Dimulai dari Grand Carnival

Nanik mengungkapkan bahwa saat ini dirinya berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung. Ia turut mengunggah foto saat terbaring di rumah sakit di Jakarta pada 10 Juli lalu, saat dijenguk oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi.

"Jadi sebelum saya melakukan second opinion di negeri orang, saya sudah dirawat di sebuah RS di Jakarta selama satu minggu lebih," jelasnya.

Selama perawatan di Jakarta, Nanik menjalani pemeriksaan CT scan jantung serta prosedur kateterisasi, hingga terdeteksi adanya penyumbatan pada 12 Juli 2026. Momen itulah yang memantapkannya untuk mundur dari jabatan Kepala BGN.

"Saya langsung pamit mundur sebagai Kepala BGN ke Bang Dasco (Wakil Ketua DPR) dan Mas Prasetyo Hadi (Mensesneg)," ungkap Nanik.

Baca Juga: Bersama Anak Binaan, Lapas Saumlaki Hadirkan Momen Haru di Hari Anak Nasional

"Curhat saya berhalaman-halaman ke mereka, jadi kalau mau tau mengapa saya mundur dari BGN selain karena sakit, yang paling tau penyebabnya di dunia ini ya Bang Dasco," tambahnya.

Nanik memilih berkonsultasi kepada Dasco lantaran pimpinan DPR dari Fraksi Gerindra itu dinilainya objektif dan tidak memiliki kepentingan bisnis di sektor terkait.

"Bahkan semua kebijakan 'radikal' yang saya ambil di BGN berkait moratorium SPPG, refocusing, penutupan SPPG dll pasti saya konsultasikan ke Bang Dasco," katanya.

"Saat saya pamit mundur tanggal 12 Juli itu, Bang Dasco bilang, 'sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun. jawab beliau'," kenang Nanik.

Ia menambahkan, jajaran Kabinet Merah Putih turut memberikan dukungan dan doa baginya, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dalam kesempatan yang sama, Nanik menepis narasi miring dari sejumlah media yang mengaitkan pengunduran dirinya dengan isu hukum.

"Buat media yang buat judul bombas 'Nanik S Deyang Berpeluang Diperiksa Kejagung' coba tanya Pak Jaksa Agung deh bener apa nggak? Masak menyebut sumber beritanya dari Kapuspenkum Kejagung," sergapnya.

Menurut informasi dari Jaksa Agung, Kapuspenkum Anang Supriatna tengah jatuh sakit dan belum berkantor hingga Jumat (22/7/2026).

Baca Juga: Efek Domino Tol Prosiwangi: Perjalanan Lebih Cepat, Ekonomi Tapal Kuda Diprediksi Tumbuh

"Kok bisa ya wartawan buat berita seperti itu, mengarang bebas hanya biar bombas," kritiknya.

Pemerintah Hormati Keputusan Pengunduran Diri

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan Nanik Sudaryati Deyang untuk mundur— ketimbang mengambil opsi cuti berobat—merupakan hak pribadi yang sepenuhnya dihormati pemerintah.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak karena yang paling memahami kondisi fisik adalah Nanik sendiri.

"Kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kita kembalikan kepada yang bersangkutan. Kita juga tidak bisa memaksakan karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau," kata Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Prasetyo mengapresiasi kebesaran hati Nanik yang memilih melepaskan jabatannya agar dapat berkonsentrasi penuh pada pemulihan kesehatan. Ia mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri resmi telah dilayangkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan diproses secara administratif.

Presiden Prabowo Subianto pun dapat memahami serta menerima pengunduran diri tersebut, mengingat Badan Gizi Nasional mengemban program-program strategis yang keberlangsungannya tidak boleh tertunda.

Demi menjaga stabilitas kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas lembaga—termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—Presiden akan segera menunjuk sosok pengganti.

Editor : Imron Hidayatullahh
kepala bgn nanik s deyang Nanik S Deyang mundur Badan Gizi Nasional (BGN) BGN