Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan

M. Ainul Budi • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:50 WIB
Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan. (HUMAS DAOP 4)
Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan. (HUMAS DAOP 4)

RADAR JEMBER - Aktivitas ekonomi suatu negara dapat terlihat salah satunya dari seberapa lancar barang berpindah dari pusat produksi menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat distribusi, hingga tangan konsumen. Pada lima bulan pertama tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan barang yang terdiri dari angkutan retail dan peti kemas sebagai salah satu tulang punggung distribusi barang nasional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 3.161 ton angkutan retail. Capaian tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 2.981 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 3.093 ton, volume angkutan retail KAI Daop 4 Semarang tumbuh 2 persen dalam dua tahun terakhir.

Sementara untuk angkutan peti kemas, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 99.751 ton. Angka tersebut meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 79.848 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 65.415 ton, volume angkutan peti kemas tumbuh 52 persen dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Memasuki Libur Sekolah, Volume Penumpang di KAI Daop 7 Madiun Meningkat, Didukung Diskon Transportasi 30 Persen

Secara keseluruhan, volume angkutan seluruh komoditas yang dilayani KAI Daop 4 Semarang sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 130.710 ton. Jumlah tersebut meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 98.926 ton, dan tumbuh 49 persen dibandingkan Januari–Mei 2024 yang mencapai 87.267 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi logistik di Jawa Tengah maupun secara nasional.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan bahwa peningkatan volume angkutan barang tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

"Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujar Luqman.

Di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang didukung oleh keberadaan berbagai kawasan industri strategis di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengoperasikan sejumlah Container Yard (CY) sebagai simpul distribusi logistik, yaitu CY Pethek di Stasiun Semarang Poncol, CY Ronggowarsito di area Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, serta CY Brumbung di Stasiun Brumbung.

Baca Juga: Masa Libur Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Masyarakat Cegah Aktivitas Berbahaya di Jalur Kereta Api

Setiap harinya terdapat sekitar 30 perjalanan kereta api barang yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Beragam komoditas yang diangkut antara lain semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, serta barang retail yang mendukung kebutuhan industri maupun masyarakat.

Peningkatan volume angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar perpindahan barang. Setiap perjalanan kereta barang membawa bahan baku industri, produk manufaktur menuju pasar, komoditas ekspor ke pelabuhan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu. Kelancaran distribusi tersebut berkontribusi terhadap efisiensi biaya logistik, menjaga stabilitas pasokan barang, dan mendukung produktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain mendukung efisiensi distribusi, angkutan barang berbasis rel juga membantu meningkatkan kapasitas sistem transportasi nasional. Dengan kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan, kereta api mendukung distribusi yang lebih efektif sekaligus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan.

"Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Luqman.

Editor : M. Ainul Budi
#stasiun semarang #kereta barang #PT KAI #daop 4 semarang