RADAR JEMBER - Kabut duka yang menyelimuti dunia koperasi dan pemberdayaan masyarakat desa pasca tragedi dalam Pelatihan Kepemimpinan dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan kini memasuki babak baru.
Setelah publik dikejutkan oleh kabar gugurnya sejumlah peserta akibat gemblengan fisik bergaya militer yang terlampau berat, kini perhatian publik tertuju pada latar belakang dan identitas para korban.
Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Kamis (25/6/2026), berikut adalah tiga peserta yang meninggal dunia.
Pertama, ada Anisa Muyassaroh yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer (Satdik Didikjur Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.
Pihak Kemhan RI menjelaskan, Anisa Muyassaroh mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan meninggal dunia akibat heat stroke serta henti jantung.
Kedua, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur (Satdik Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Baca Juga: Ini Nama-nama Calon Manajer SPPI KDMP yang Tewas Usai Latihan Militer
Ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Pihak Kemhan RI menjelaskan, Novia punya riwayat tuberkulosis dan mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026 dan langsung mendapat penanganan dari tim kesehatan satuan.
Karena kondisinya terus memburuk, Novia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Esnawan Antariksa untuk menjalani perawatan lebih lanjut dan meninggal dunia pada 23 Juni 2026.
Editor : M. Ainul Budi