Radar Jember – Misteri di balik ambruknya sistem pasokan setrum yang memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa belakangan ini akhirnya menemui titik terang.
Otoritas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi membongkar identitas dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) raksasa yang sempat mengalami kendala operasional serius hingga mengganggu kestabilan interkoneksi Jawa-Bali.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, memaparkan bahwa dua infrastruktur strategis yang didera masalah tersebut adalah PLTU Cilacap Unit 1 yang memiliki kapasitas daya 300 MW, serta PLTU Cilacap Unit 4 atau yang akrab dikenal sebagai Unit 3A dengan kapasitas jumbo mencapai 1.000 MW.
Baca Juga: Gaji Dua Digit Masih Dianggap Miskin? Simak Aturan Baru Permen PKP yang Bikin Kaum Urban Syok Berat!
"PLTU Cilacap 1 sama PLTU Cilacap 4. Gitu, Insyaallah udah enggak ada masalah kira-kira," kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Tri menjelaskan, gangguan yang sempat melumpuhkan stabilitas kedua pembangkit tersebut murni bersumber dari faktor pemeliharaan berkala yang kurang optimal, sehingga berimbas pada penurunan performa operasional harian unit di lapangan.
Tri juga memberikan penegasan bahwa jajaran kementeriannya sejauh ini terus konsisten menjalankan fungsi monitoring berkala, khususnya dalam memantau rantai pasokan bahan bakar batu bara untuk kebutuhan seluruh pembangkit listrik nasional.
Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa aspek teknis pelaksanaan kontrak pengadaan mutlak berada di bawah wewenang korporasi dari perusahaan yang bersangkutan.
"Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN," ujar Tri.
Lebih lanjut ia menguraikan bahwa pemerintah sebenarnya telah memberikan penugasan resmi kepada korporasi tambang domestik untuk memenuhi kewajiban pasar lokal atau Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dengan target volume mencapai 191 juta ton.
Di sisi lain, akumulasi kebutuhan bahan bakar batu bara murni milik PT PLN (Persero) untuk menggerakkan seluruh pembangkit listrik nasional sejatinya hanya berkisar di angka 152 juta hingga 154 juta ton per tahunnya.
"Nah kebutuhan PLN kan 152-154 juta ton. Nah kan sebetulnya ada space ya, nah itu kan terus tindak lanjutnya oleh kontraknya PLN. Nah kontraknya PLN itu sudah 134 sebetulnya. Nah terkait dengan scheduling kan bukan di Minerba, gitu. Tapi mudah-mudahan ke depan ini pelajaran yang berharga," kata Tri.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengabarkan bahwa kondisi sistem kelistrikan makro, khususnya untuk koridor Pulau Jawa, kini sudah memperlihatkan tren pemulihan yang signifikan pasca-terjadinya insiden pemadaman bergilir pada pekan lalu.
Penjelasan tersebut ia sampaikan sesaat sebelum melangsungkan pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di lingkungan Istana Negara. Menurut pengamatannya, grafik pemulihan pasokan energi mulai menunjukkan hasil positif sejak hari Minggu kemarin.
"Bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir. Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut," ucap Darmawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Darmawan merinci bahwa pasokan energi primer yang lolos kualifikasi spesifikasi kebutuhan unit pembangkit—baik yang dikelola langsung oleh PLN maupun entitas swasta melalui skema Independent Power Producer (IPP)—sekarang sudah kembali mengalir lancar ke dalam sistem, sehingga sukses memperkokoh ketahanan kelistrikan di Pulau Jawa.
Di samping itu, dua pembangkit berdaya besar milik mitra strategis PLN yang sempat terpental dari interkoneksi akibat kerusakan teknis kini sedang diakselerasi dalam proses pemulihan.
Salah satu dari unit raksasa tersebut bahkan telah sukses dituntaskan perbaikannya dan langsung melakukan sinkronisasi ulang dengan jaringan listrik Jawa pada Minggu malam.
"Dan ada kabar yang baik tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi Buka Sayembara Dengan Nominal Rp 250 Juta
Darmawan tidak lupa melayangkan apresiasi mendalam kepada pihak pemerintah, khususnya jajaran Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atas limpahan dukungan bimbingan kebijakan serta koordinasi supercepat sepanjang masa kritis pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.
"Kami juga melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok energi primer dan juga melakukan penguatan pada pembangkit, baik itu milik PLN maupun milik mitra kami yaitu Independent Power Producer. Kami melakukan upaya all out, 24 jam 7 hari seminggu, baik itu dalam melakukan monitoring, memetakan seluruh upaya kami agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan," kata dia.
Editor : Imron Hidayatullahh